Breaking News:

Berita Solo

Solo Techno Park Penuh sebagai Tempat Isolasi, Pemkot Gunakan Sekolah sebagai Tempat Karantina

Pemkot Solo menjadikan sejumlah sekolah untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19, seiring penggunaan STP sudah terlihat penuh.  

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakoso saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (6/7/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Penambahan kasus Covid-19 harian yang melonjak di Kota Solo membuat ruang isolasi di Solo Techno Park (STP) mulai penuh. 

Maka, Pemkot Solo menjadikan sejumlah sekolah untuk ruang isolasi bagi pasien Covid-19. 

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa menjelaskan, ada beberapa sekolah yang disiapkan untuk ruang isolasi dan Senin (5/7/2021) kemarin sudah mulai digunakan. 

Baca juga: Virus Corona Varian Delta Ternyata Paling Mudah Menular di Kondisi Ini, Berikut Tips Menghindarinya

Baca juga: Cerita Iqbaal Ramadhan Ditolak Seorang Perempuan: Dia Malah Jadian dengan Sahabat Gue

Baca juga: Wanita Ini Tilap Uang Perusahaan Rp 11 Miliar Digunakan untuk Beli 3 Mobil, Rumah, dan Tanah

"Ada SD Cemara 2, SMP Negeri 8, SMP Negeri 19, SMP Negeri 11, dan SMP Negeri 25. Saat ini yang sudah terisi baru SD Cemara 2 sebanyak 21 pasien," ucap Teguh, Selasa (6/7/2021). 

Untuk kapasitas sekolah yang digunakan, lanjut Teguh, rata-rata jumlahnya di atas 100 tempat tidur.

Seperti di SD Cemara 2 kapasitasnya mencapai 124 pasien dan SMP Negeri 8 sebanyak 150-an. 

"Nanti kalau di SD Cemara 2 jumlah pasien sudah mencapai 100, akan kami limpahkan ke SMP Negeri 8. Kemudian SMP 25, SMP Negeri 19, dan SMP Negeri 11. Semua wilayah ada ruang isolasinya," jelasnya. 

Orang nomor dua di Kota Bengawan itu mengungkapkan, pihaknya terpaksa menggunakan sekolah sebagai tempat isolasi karena ruang isolasi yang tersedia sudah mulai penuh. 

Menurutnya, Graha Wisata yang dulu sempat dijadikan sebagai lokasi karantina juga masih dipergunakan.

Selain itu, isolasi di Asrama Haji Donohudan juga sudah mulai terbatas. 

"Sekolah ini dioperasikan karena STP penuh, Graha Wisata masih dipakai. Berdasarkan pertimbangan dari Dinkes sekolah lebih representatif memenuhi kesehatan karena kamar mandinya disesuaikan dengan jumlah siswa," jelasnya. 

Menurutnya, dengan sangat-sangat terpaksa pihaknya menggunakan sekolah sebagai lokasi karantina. 

Baca juga: Polda Jateng Akan Tindak Penimbun Obat dan Penyebar Hoaks, Kapolda: Kita Sudah Mapping

Baca juga: Seorang Pemuda Bakar Rumah Orangtuanya gara-gara Uang Jajan Kurang Rp 50 Ribu

Baca juga: BERITA LENGKAP : Mayat Wanita Penghuni Kos Mewah di Semarang Ditemukan Membusuk

"Demi menjaga atau memilah yang sehat dan positif di masyarakat, karena risikonya," ungkapnya. 

Mengutip data harian yang dirilis Satgas Covid-19 Kota Solo, data terbaru kasus positif Covid-19 di Kota Solo mencapai 1.027 kasus aktif dengan tambahan kasus baru pada Senin (5/7/2021) sebanyak 340 kasus. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved