Breaking News:

Penanganan Corona

311 Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman, Satgas: Mereka Pikir Selembar Hasil PCR Sudah Pengobatan

Satgas Covid-19 mengungkap beberapa penyebab pasien Covid-19 isolasi mandiri meninggal dunia.

Editor: rival al manaf
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Tempat isolasi mandiri terpusat di Rusunawa Tegalsari, Kota Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Satgas Covid-19 mengungkap beberapa penyebab pasien Covid-19 isolasi mandiri meninggal dunia.

Menurut mereka beberapa penyebab lebih banyak karena faktor kelalaian pasien sendiri. 

Padahal menurut data LaporCovid-19 sejak Juni terdapat 311 pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri.

”Secara total sejak Juni, menurut catatan kami, sudah ada 311 pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri, tetapi trennya tiap hari meningkat,” kata Ketua Tim Data LaporCovid-19 Said Fariz Hibban.

Baca juga: Pacar Boy William Merasa Ditipu Denise Chariesta, Pengusaha Bunga: Ya Masa Pesan Warna Hitam

Baca juga: Puisi Aku Tak Pergi ke Taman Kanak-kanak Andi Gunawan

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Inggris Vs Denmark Euro 2021, Tim Dinamit Punya Resep Bungkam Harry Kane

Baca juga: Viral Pria di Serang Tak Percaya Covid dan Tolak Pakai Masker: Hidup Mati Saya Allah yang Tahu

Hibban mengatakan, data kematian pasien isolasi mandiri ini didapatkan dari laporan keluarga dan kerabat korban, selain juga dari laporan media massa dan media sosial yang kemudian diverifikasi.

Laporan kematian terbanyak terjadi di Jawa Barat, yaitu 102 orang; disusul Daerah Istimewa Yogyakarta 64 orang; Banten 43 orang; Jawa Timur 34 orang; Jawa Tengah 27 orang; dan DKI Jakarta 26 orang.

Apa yang menyebakan banyak pasien isoman meninggal dunia?

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI Purn dr Alexander K Ginting Sp.P(K), FCCP menyebut, terdapat beberapa penyebab banyaknya pasien isoman yang meninggal dunia.

Salah satunya kondisi kesehatan pasien yang berangsur memburuk saat menjalani isolasi mandiri di rumah. 

"Intinya mereka isoman yang awalnya ringan tapi tidak ada pendampingan, akhirnya perburukan, terus sepsis atau gagal nafas, dan meninggal dunia," ungkapnya Rabu (7/7/2021).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved