Breaking News:

Vaksinasi Anak

Dokter Spesialis Anak Tan Evi : Orang Tua Tak Perlu Cemas Soal Vaksinasi Anak

Pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk anak pada usia 12 hingga 17 tahun.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Dokter Spesialis Anak RSUD Batang, dr Tan Evi Susanti SpA 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 untuk anak pada usia 12 hingga 17 tahun.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pun telah mengeluarkan Surat Edaran percepatan vakinasi COVID-19 bagi Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, yang tertuang dalam Surat Edaran nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun. 

Saat ini memang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah vaksinasi masih difokuskan untuk sasaran target sebelumnya yang belum rampung. 

Jika sudah rampung dimungkinkan akan segera dilaksanakan vaksinasi untuk kalangan anak usia 12-17 tahun.

Sembari menunggu tambahan stok vaksin dari pusat. 

Meski di Batang belum dijadwalkan vaksinasi anak namun ada beberapa hal yang perlu disiapkan orang tua.

Dokter Spesialis Anak RSUD Batang, dr Tan Evi Susanti SpA mengatakan terkait vaksinasi anak, orang tua pun tak perlu khawatir terkait efek samping vaksin pada anak.

"Untuk vaksinasi Covid-19 pada anak orang tua tidak perlu khawatir, karena berdasarkan uji coba di Cina, efek samping tercatat hanya nyeri di tempat suntikan," terang dr Tan Evi, Rabu (7/7/2021).

Meski demikian, orang tua juga diharapkan bisa memperhatikan kesehatan anak ketika akan melakukan vaksinasi nanti. 

"Jika ada riwayat penyakit diabetes dan hipertensi pun masih bisa divaksin asal kondisinya terkontrol," ujarnya. 

dr Tan Evi juga mengimbau di masa pemberlakuan PPKM darurat orang tua  untuk bisa lebih bijak khususnya untuk tidak mengajak anak keluar rumah dan tetap di rumah saja. 

"Kalau pun darurat dan terpaksa keluar rumah harus menggunakan Prokes ketat, jangan lupa 6 M, M yang terakhir ini adalah makan bersama jadi waktu di rumah dimanfaatkan untuk family time dengan keluarga sehingga di rumah tidak membosankan dan bisa membentuk bounding antar anggota keluarga," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved