PPKM Darurat

Endang Didenda Rp 5 Juta Dianggap Melanggar PPKM Darurat Meski Sudah Minta Pembeli Makan di Rumah

Endang seorang pedagang kaki lima kaget harus membayar denda Rp 5 juta saat terjaring razia PPKM Darurat di Tasikmalaya.

Editor: rival al manaf
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Jalannya persidangan virtual bagi pelanggar prokes terhadap terdakwa pengusaha bubur terkenal di Kota Tasikmalaya saat PPKM Darurat di depan Taman Kota Tasikmalaya, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TASIKMALAYA - Endang seorang pedagang kaki lima kaget harus membayar denda Rp 5 juta saat terjaring razia PPKM Darurat di Tasikmalaya.

Penjual bubur itu tidak menyangka harus membayar denda yang cukup besar.

Padahal dari pengakuannya, ia sudah meminta pembelinya untuk tidak makan di tempat.

Namun, saat itu empat pembelinya ngeyel tetap ingin makan ditempat.

Baca juga: Ahli Sebut Demam Setelah Divaksin Covid-19 Bisa Jadi Pertanda Baik, Begini Penjelasannya

Baca juga: IBU DURHAKA! Jual Anak Gadisnya pada Hidung Belang, Diantar dan Ditunggui Ibunya di Lobi Hotel

Baca juga: 365 Nakes di 38 Puskesmas di Cilacap Positif Covid-19, Begini Pelayanan Kesehatan Bekerja

Baca juga: Driver Ojol & Mata Elang Bentrok, Keduangan Sama-sama Lapor Polisi

Imbasnya pedagang bubur itu haru bayar denda Rp 5 juta.

Endang (40) bercerita, ia beroperasi mulai pukul 17.00 sampai 06.00 WIB pagi setiap harinya di kawasan Gunung Sabeulah, Kota Tasikmalaya, tersebut memilih membayar denda daripada dikurung penjara.

Bubur terkenal ini sudah puluhan tahun berdagang di lokasi yang sama dan memiliki pelanggan tetap warga Tasikmalaya setiap malam hari.

Namun pada Senin (5/7/2021) malam dia kena razia tim Satgas Covid-19.

Petugas mendapati adiknya, Salwa (28), yang saat itu sedang melayani pembeli makan di tempat usahanya tersebut.

Padahal, pengakuan adiknya tersebut telah meminta pembeli untuk tak makan di tempatnya karena sedang ada pemberlakuan PPKM darurat.

"Adik saya bilang ke empat pembeli yang ngeyel dan memaksa untuk makan di tempat sedang ada PPKM."

"Tapi, pembeli itu tetap memaksa mau makan di tempat. Saat itu, ada petugas patroli dan memberitahukan kalau kami melanggar karena masih melayani pembeli di tempat saat PPKM," kata Endang.

Setelah itu, lanjut Endang, dirinya diberitahukan wajib mengikuti persidangan di tempat di depan Taman Kota Tasikmalaya oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Dirinya bersama adiknya pun mengikuti persidangan secara virtual langsung yang dipimpin oleh Hakim Ketua Abdul Gofur serta pihak kejaksaan dan kepolisian.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved