Breaking News:

Berita Sragen

Hendak Jemput Warga Terkonfirmasi Positif Covid, Bidan di Sragen Malah Diancam Pakai Parang

Supriyanto (47) warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen diamankan pihak kepolisian usai ancam Nakes dengan todongkan parang.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi ketika menunjukkan parang yang digunakan tersangka mengancam Nakes di Tanon Sragen ketika gelar perkara di Mapolres Sragen, Rabu (7/7/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Supriyanto (47) warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen diamankan pihak kepolisian usai ancam Nakes dengan todongkan parang.

Kejadian tidak mengenakkan itu menimpa seorang bidan Ririn Sri Riyani (46) pada Minggu (20/6/2021) sekira pukul 16.00 WIB, saat melakukan penjemputan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Polres Sragen mengamankan tersangka atas tindak pidana dan pengancaman terhadap tenaga kesehatan (nakes) dengan senjata tajam," kata Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Langkah Sederhana untuk Perindah Lingkungan, Ida Inisiasi Gerakan Kelola Sampah di Tempat Tinggalnya

Baca juga: Polisi Halau Ratusan Kendaraan Keluar Tol Ungaran, Cek Dokumen yang Perlu Dibawa Agar Lolos

Baca juga: Malam Ini, Pengurus Tiga Masjid Besar di Semarang Gelar Istigosah untuk Keselamatan Bangsa

Ardi mengatakan Nakes tersebut sedang bertugas melakukan penjemputan warga yang terkonfirmasi Covid-19 untuk dibawa ke tempat Isolasi Terpusat di Technopark.

Pada saat perjalanan kembali ke Puskesmas, Nakes tersebut bertemu dengan tersangka dan melakukan pengancaman terhadap Nakes tersebut dengan parang.

"Yang bersangkutan merasa kecewa karena orangtuanya pada saat diperiksa positif, tapi belum dilakukan upaya tindaklanjut."

"Agar Nakes tersebut takut dan melakukan penindakan terhadap orangtuanya, tersangka mengancam dengan menggunakan senjata tajam," terang Kapolres.

Kapolres menegaskan tidak ada yang boleh mengganggu atau menakut-nakuti petugas kesehatan, terutama dalam penanggulangan Covid-19.

Ardi mengatakan pihaknya bersama TNI akan melakukan pengawalan tetap terhadap Nakes yang melakukan tugas dalam rangka menyelamatkan nyawa.

"Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi, tidak ada yang bisa menghalang-halangi petugas dalam rangka menyelamatkan nyawa," tegasnya.

Baca juga: Seluruh Tempat Olahraga di Kota Semarang Diminta Tutup

Baca juga: Bocah Asal Purbalingga Tewas Tenggelam di Sungai Gintung, Ditemukan Pada Kedalaman 7 Meter

Atas tindakan tersangka dirinya dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 serta pasal 335 KUHP tentang kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang.

"Ancaman hukuman UU darurat setinggi-tingginya 10 tahun dan pasal 335 KUHP ancama hukuman 1 tahun penjara," katanya.

Kapolres menegaskan dirinya bersama Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Anggoro Heri Pratikno menjamin keselamatan seluruh nakes dalam menanggulangi Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved