Breaking News:

Hari Raya Iduladha 1442 H

Kemenag Solo Imbau Masyarakat Salat Id di Rumah, Penyembelihan Hewan Kurban Setelah PPKM Darurat 

Kemenag Solo menyatakan, pelaksanaan Salat Idul Adha selama masa penerapan PPKM Darurat diimbau untuk dilaksanakan di rumah. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Kepala Kanwil Kemenag Solo, Hidayat Maskur 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pelaksanaan Salat Idul Adha selama masa penerapan PPKM Darurat diimbau untuk dilaksanakan di rumah. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kemenag Solo, Hidayat Maskur, Rabu (7/7/2021). 

"Pelaksanaan Salat Idul Adha dilakukan di rumah masing-masing. Tidak menggelar takbir keliling dan proses penyembelihan dilakukan pada hari tasyrik 11, 12, dan Dzulhijah atau 21, 22, dan 23 Juli 2021," ucapnya. 

Dia menyampaikan, secara syariat hukum Salat Idul Adha adalah sunah muakadah.

Baca juga: Pamit Daftar Sekolah, Remaja Putri di Demak Hilang 2 Hari, Polisi Temukan di Hotel dengan Sosok Ini

Baca juga: Pak Tuji Dari Disdukcapil Karanganyar Masuk Top 99 Pelayanan Publik Tahun Ini

Baca juga: Bikin Pangling, Ini Menu Diet Ala Yadi Sembako, Berat Badan Turun hingga 10 Kg

Afdolnya dilakukan secara berjemaah, namun dilakukan sendiri juga boleh. 

"Dilakukan secara berjamaah di rumah juga boleh. Terkait dengan khotbah, ini yang menjadi pembahasan di kalangan ulama. Jika kurang dari 4 orang, mau dikasih khotbah monggo tidak ya tidak masalah," jelasnya. 

Karena, lanjut Maskur, secara hukum islam, masyarakat tidak melaksanakan salat id saja tidak masalah. 

Maskur menjelaskan, terkait khotbah sebaiknya, juga dilaksanakan oleh para suami untuk memberi bimbingan kepada keluarga inti. 

"Selama masa PPKM Darurat, semua tempat ibadah tidak diperbolehkan untuk digunakan, semuanya diperintahkan untuk daring. Untuk pelaksanaan Salat Jumat kita menggunakan fatwa dari MUI, Salat Jumat diganti dengan Salat Dzuhur," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Agung Solo sekaligus Ketua Dewan Masjid Kota Solo Muhammad Muhtarom mengatakan, selama masa penerapan PPKM Darurat, Masjid Agung hanya digunakan oleh kalangan internal dalam hal ini adalah lingkup pesantren. 

"Masjid Agung, sebagaimana surat edaran dan imbauan Kemenag bahwa ibadah salat jumat, termasuk Salat Iduladha ditiadakan. Diimbau untuk salat di rumah masing-masing karena kondisi darurat," jelasnya. 

Muhtarom menambahkan, sejauh ini pihaknya belum menerima satupun hewan kurban. 

Baca juga: Puluhan Pasien OTG Dijemput Bus Polresta Solo untuk Dibawa ke Tempat Karantina Terpusat 

Baca juga: Alasan VLH Dalangi Pembunuhan Juragan Emas Suaminya, 2 Rencana Sebelumnya Gagal

Baca juga: Langkah Sederhana untuk Perindah Lingkungan, Ida Inisiasi Gerakan Kelola Sampah di Tempat Tinggalnya

Dia menyebut, hal ini wajar karena jumlah Jemaah Masjid Agung tidak terlalu banyak.

Selama ini terlihat banyak karena yang mendirikan ibadah di masjid ini berasal dari berbagai wilayah. 

"Tahun kemarin hasil pengumpulan hewan kurban hanya dapat 3 sapi. Diperparah dengan kondisi pandemi yang mengurangi banyak jemaah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved