Breaking News:

Berita Karanganyar

Pak Tuji Dari Disdukcapil Karanganyar Masuk Top 99 Pelayanan Publik Tahun Ini

Kepala Disdukcapil Karanganyar, Any Indriastuti menyampaikan, layanan Pak Tuji mempermudah pengurusan berkas perkawinan bagi warga non-muslim

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Diskominfo Karanganyar
Pemaparan inovasi pelayanan publik, Pak Tuji oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono secara daring di SIC Setda Karanganyar, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pelayanan akta perkawinan bagi non-muslim milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karanganyar yang diberi nama Pak Tuji (pitu dadi siji) masuk dalam Top 99 inovasi pelayanan publik tahun 2021. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono telah melakukan pemaparan dan wawancara dengan juri kaitannya dengan inovasi telah diikutsertakan dalam program dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.

Kepala Disdukcapil Karanganyar, Any Indriastuti menyampaikan, layanan Pak Tuji mempermudah pengurusan berkas perkawinan bagi warga non-muslim.

Apabila sebelumnya pengurusan akta perkawinan harus melalui tiga loket dan membutuhkan waktu paling lama satu hari, dengan adanya layanan Pak Tuji pengurusan menjadi mudah dan efisien.

"Pengurusan di satu loket dapat tujuh berkas, seperti dua akte perkawinan, tiga KK dari pasangan mempelai dan masing-masing orang tua mempelai, serta KTP dari mempelai yang telah diperbarui," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (7/7/2021). 

Ketika pengurusan akta perkahwinan selesai, berkas juga dapat dikirim melalui bantuan PT Pos ke alamat tempat tinggal pemohon.

Pengurusan akta perkawinan Pak Tuji dapat diakses melalui website https://paklay-komplit.disdukcapil.karanganyarkab.go.id atau melalui nomor WA 08112957751.

Menurutnya, dengan akses melalui online dapat mempermudah masyarakat mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, inovasi ini merupakan kreativitas dalam mencari terobosan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat. Di samping meminimalisir potensi pungli. 

"Setiap tahun pemerintah pusat mengadakan lomba dari masing-masing (kabupaten/kota), mana yang dianggap strategis. Karanganyar yang diusulkan Pak Tuji," terangnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved