Breaking News:

Berita Sragen

Pengakuan Supriyanto yang Ancam Nakes di Sragen Pakai Parang, Cerita Kondisi Orangtua Pasca Dirawat

Seorang tenaga medis (Nakes) di Puskesmas Tanon mendapat ancaman dari Supriyanto (47) warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi ketika menjelaskan kasus pengancaman Nakes di Tanon Sragen saat gelar perkara di Mapolres Sragen, Rabu (7/7/2021) 

Tersangka mengaku saat kejadian itu dirinya sedang membersihkan pekarangan rumahnya.

Mendengar suara gaduh, tersangka mendekat dan membawa parang menemui Ririn dan petugas.

Supriyanto juga mengaku tidak menghalangi mobil yang ditumpangi para nakes.

Dirinya hanya berniat menakut-nakuti para Nakes dengan parang agar mau memeriksa orangtuanya.

Kendati demikian, Kapolres AKBP Yuswanto Ardi menegaskan upaya tersebut tidak dibenarkan. Masyarakat yang ingin menyampaikan sesuatu hal yang kurang berkenan bisa menyampaikan secara bijak dan tidak melanggar hukum.

"Ini pelajaran bagi masyarakat, jika ingin menyampaikan sesuatu lakukan dengan bijak dan tidak melanggar hukum. Saya Kapolres tidak ingin ada rasa ketakutan dari nakes untuk menanggulangi Covid-19," tegasnya. 

Atas tindakan tersangka, Ardi mengatakan tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 serta pasal 335 KUHP tentang kejahatan terhadap kemerdekaan seseorang. 

"Ancaman hukuman UU darurat setinggi-tingginya 10 tahun dan pasal 335 KUHP ancama hukuman 1 tahun penjara," katanya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved