Berita Salatiga
Rektor UKSW Salatiga Dorong Pemerintah Kembali Galakkan Tes Cepat
Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Neil Semuel Rupidara salah satunya. Dia mengaku prihatin terkait lonjakan kasus positif Covid-
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Meningkatnya kasus Covid-19 secara global dan secara khusus di Kota Salatiga belakangan ini menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Neil Semuel Rupidara salah satunya. Dia mengaku prihatin terkait lonjakan kasus positif Covid-19 yang tengah terjadi saat ini.
"Peningkatan kasus Covid-19 ini perlu menjadi perhatian bersama. Kenaikan kasus signifikan sejak terjadinya tradisi mudik menjelang hari raya Idul Fitri menunjukkan tingginya kasus positif baru pada daerah-daerah yang menjadi asal dan tujuan mudik," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Rabu (7/7/2021)
Ia menambahkan, tingginya jumlah masyarakat yang antusias ingin melakukan tes swab antigen maupun PCR dengan berbagai alasan di sejumlah fasilitas laboratorium diduga juga menimbulkan titik penyebaran baru.
Neil menjelaskan, dengan naiknya jumlah kasus positif bukan tidak mungkin lokasi tes yang luasnya tidak seberapa dengan kerumunan masyarakat dalam jumlah besar maka dapat terjadi penyebaran virus.
“Kita tentu menaruh empati dan simpati pada lonjakan kasus positif di Indonesia dan Salatiga khususnya, namun yang perlu menjadi fokus kita saat ini adalah solusi untuk kembali menekan angka penyebarannya,” katanya
Dirinya menyebutkan, Indonesia masih relatif lemah dalam melakukan kontrol terhadap masyarakat. Masyarakat sendiripun nampaknya mulai abai dengan protokol kesehatan.
Terlepas dari kondisi tersebut, Neil mendukung langkah pemerintah dan mengapresiasi kerja keras tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan.
"Karena itu kami mendorong agar 3T yakni testing, tracing, dan treatment untuk kembali digalakkan dan dilakukan lebih cepat. Pemerintah dapat mengaktifkan kembali mekanisme skrining awal yang beberapa waktu sudah tidak digunakan lagi yakni dengan tes cepat (rapid test) antibodi maupun GeNose," ujarnya
Neil mengungkapkan, meskipun mundur satu level namun langkah ini dapat membantu pemerintah dalam melakukan treatment. UKSW lanjutnya, senantiasa bersedia membantu upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan melakukan skrining awal pada mereka yang mengalami gejala dan atau kontak erat positif Covid-19.
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 UKSW, Pdt. Onesimus Dani menjelaskan UKSW memilih GeNose dipilih sebagai langkah awal melakukan skrining secara cepat bagi internal UKSW. Meskipun, GeNose tidak memberikan hasil final dan hanya bersifat sementara.
“Kondisi ini dipicu dengan overload-nya fasilitas test swab PCR di sejumlah puskesmas di Kota Salatiga yang menyebabkan mereka menutup layanan bagi kasus-kasus baru. Apabila nanti tumpukan antrian tes sudah menurun, maka bagi mereka yang bergejala maupun kontak erat tetap harus tes PCR,” jelasnya.
Adapun UKSW membuka layanan GeNose saat ini masih terbatas bagi sivitas akademika. Menurut Onesimus, tes dibuka setiap hari mulai pukul 10.00-12.00 WIB di Gedung A UKSW. Waktu selanjutnya akan ditentukan kemudian dengan melihat perkembangan yang ada.
Dirinya juga menghimbau agar masyarakat kota Salatiga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 5 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Membatasi mobilitas, dan Menghindari kerumunan. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/civitas-akademika-uksw-salatiga-screening-awal-penularan-virus-corona.jpg)