Breaking News:

PPKM Darurat

Satgas Covid Bongkar Tenda Pernikahan Warga Kendal 2 Jam Sebelum Resepsi: Tamu Undangan Pulang

Tim Satgas Covid-19 membubarkan resepsi pernikahan warga di Kabupaten Kendal Rabu 7 Juli 2021.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Polsek Kaliwungu
Petugas membubarkan hajatan di Kedungsuren Kaliwungu Selatan, Kendal yang nekat digelar saat PPKM darurat, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Kaliwungu Selatan Kabupaten Kendal membubarkan hajatan pernikahan yang nekat digelar warga Kedungsuren.

Pembubaran tenda-tenda hajatan dipimpin langsung Danramil Kaliwungu Kapten Agus Dwi Laksono dan Kapolsek Kaliwungu AKP Aryanindita Bagastwika usai menerima laporan dari warga.

Danramil Kaliwungu, Kapten Agus Dwi Laksono mengatakan, tindakan tegas dilakukan petugas karena warga tersebut bandel tetap menggelar resepsi pernikahan di tengah pengetatan PPKM darurat.

Padahal, pemilik hajatan sudah diminta babinsa untuk tidak menggelar resepsi, namun tidak diindahkan.

Oleh petugas, tenda-tenda hajatan dibongkar 2 jam sebelum acara digelar.

Beberapa tamu yang sudah datang di lokasi diminta pulang.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Aryanindita Bagasatwika menegaskan, tidak ada warga di wilayah Kaliwungu yang diizinkan menggelar pesta pernikahan di tengah PPKM darurat. 

Untuk itu, siapa saja yang nekat menggelar hajatan akan ditindak tegas karena sudah melanggar aturan yang ada. 

"Tadi bersama camat Kaliwungu Selatan mendatangi sebuah resepsi yang nekat dilaksanakan hajatan di masa PPKM darurat. Padahal sudah jelas tidak boleh, namun masih ada warga yang nekat. Petugas pun melakukan tindakan tegas dengan membubarkan dan membongkar tenda resepsi," terangnya, Rabu (7/7/2021).

Kapolsek melanjutkan, pemilik hajatan sudah diimbau oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kedungsuren agar tidak menggelar hajatan.

Sebagai gantinya, akad pernikahan boleh dilaksanakan dengan pembatasan 20 orang, sedangkan hajatannya ditiadakan. 

"Kita tidak pernah dan tidak akan memberikan izin kepada warga untuk menggelar resepsi besar-besaran," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kendal Dico M Ganinduto telah mengeluarkan Intruksi Bupati Nomor 1 tahun 2021 tentang penyelenggaran pernikahan saat PPKM darurat berlangsung.

Pesta pernikahan tidak diperbolehkan karena berpotensi mengundang massa.

Namun, acara akad nikah tetap bisa dilangsungkan dengan pembatasan ketat maksimal 20 orang termasuk mempelai. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved