Breaking News:

PPKM Darurat

Polres Tegal Kota Menutup 26 Jalan Selama PPKM Darurat, Banyak Warga Masih Wira-wiri

Polres Tegal Kota menambah jumlah ruas jalan yang ditutup semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Fajar Bahruddin Achmad
Petugas jaga penutupan ruas jalan di Pertigaan Grogol Kota Tegal mengarahkan pengemudi mobil mengambil jalan lain, Rabu (7/7/2021).  

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Polres Tegal Kota menambah jumlah ruas jalan yang ditutup semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali di Kota Tegal, Kamis (8/7/2021).

Total akses masuk yang ditutup saat ini berjumlah 26 jalan. 

Sebelumnya hanya 13 ruas jalan yang ditutup.

Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Nur'aini Rosyidah mengatakan, penambahan penutupan ruas jalan dilakukan karena angka mobilitas masyarakat masih tinggi. 

Ia mengatakan, tujuan dari penutupan jalan ini agar masyarakat mematuhi PPKM Darurat Jawa- Bali. 

Masyarakat yang tidak bekerja di sektor esensial untuk bekerja di rumah.

Namun ternyata, mobilitas masyarakat masih tinggi.

"Kebijakan ini sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat semasa PPKM Darurat. Jadi saat ini ada 26 ruas jalan yang ditutup," kata AKP Aini kepada tribunjateng.com.

AKP Aini menjelaskan, penutupan beberapa ruas jalan tersebut juga bersifat dinamis. 

Artinya ada prioritas yang diperbolehkan melintas. 

Seperti masyarakat yang bekerja di sektor esensial.

Ia mencontohkan, para tenaga medis, sektor logistik, objek vital nasional, perbankan, teknologi informasi dan komunikasi, dan sebagainya. 

Sementara 26 jalan yang ditutup, yaitu Jalan Sumbrodo, Jalan Raya Karanganyar, Pertigaan Grogol, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan dr Sutomo, Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pemuda, Jalan Panggung Timur, dan Jalan Tempa.

Kemudian, Jalan Serayu, Jalan Merpati Selatan, Jalan Merpati Utara, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Jati, Jalan Cemara, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Hanoman, Perempatan Lampu Gantung, Jalan DI Panjaitan, Pertigaan Jalan Kartini, Bunderan Kartini, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Mawar, Jalan Slamet, dan Jalan Teratai.

"Penerapannya dinamis. Buka serta merta tutup, tutup, tutup. Nakes, ambulans, kita prioritaskan. Jadi yang diminta WFH ya mohon untuk WFH saja," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved