Breaking News:

Berita Sragen

Tidak Ada Bantuan Ketika PPKM Darurat di Sragen, Bupati Yuni: Hanya yang Isolasi Saja

Pemkab Sragen tidak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Jawa-Bali.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Penutup Jalan Raya Sukowati lebih tepatnya di Terminal Lama Sragen ketika PPKM Darurat. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen tidak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak PPKM Darurat Jawa-Bali begitupun UMKM di Sragen.

Yang ada hanyalah jatah hidup (Jadup) bagi keluarga yang terkonf

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menghadiri gelar pasukan di Mapolres Sragen, Selasa (6/7/2021).
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai menghadiri gelar pasukan di Mapolres Sragen, Selasa (6/7/2021). (Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani)

rmasi Covid-19 yang melakukan isolasi dengan kriteria tertentu diberikan secara berkala.

"Kita adanya Jadup untuk warga kita yang sedang isolasi dengan kriteria tertentu. Seperti apabila dia kepala keluarga, KK miskin, difabel dan sebagiannya," kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Dari Jadup tersebut Yuni mengaku anggaran yang ada hanya 190 juta. Yuni mengaku selama ini pihaknya memberikan Jadup bekerjasama dengan BAZNAS Sragen.

Anggaran dari Pemkab pun diambil dari dana APBD yang didapat dari refocusing anggaran dengan total 8 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Meskipun tidak ada bantuan bagi yang terdampak Covid-19, Yuni mengatakan warga yang masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tetap mendapatkan dari pemerintah pusat.

"Kalau sudah masuk DTKS kan rutin mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan sosial yang biasanya diberikan kepada masyarakat yang sempat berhenti nanti akan diupayakan lagi, BLT itu," katanya.

Terkait BLT, Yuni belum memastikan akan BLT berupa uang tunai ataukah berupa barang. Karena beberapa waktu lalu bantuan berupa sembako.

Yuni mengatakan di PPKM Darurat hanya ada pembatasan bukan penutupan sejumlah sektor. Sehingga sejumlah sektor esensial masih bisa buka hanya pembatasan.

"Sragen tidak ada mall dan tidak ada toko yang ditutup, hanya operasionalnya saja pukul 20.00 WIB."

"Kalau di kota besar adanya mall kan jelas ditutup kalau di Sragen semua sektor esensial sehingga tetap buka, sekalipun pedagang kaki lima," terangnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved