Breaking News:

Berita Solo

Kapolri Pimpin Penyekatan di Solo Bareng Panglima TNI dan Kepala BNPB: Setop Mobil Pelat Luar Kota

Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo pimpin penyekatan di Pos Faroka Solo, Jumat (9/7/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo pimpin penyekatan di Pos Faroka Solo, Jumat (9/7/2021). 

Kapolri didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito meninjau langsung penyekatan di salah satu pintu masuk Kota Bengawan tersebut. 

Bahkan, Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BNPB juga ikut menyetop kendaraan berpelat nomor luar Solo yang sedang melintas. 

Baca juga: Kasat Lantas Polres Kudus: Selama PPKM Masyarakat Bisa Tertib, Titik Penyekatan Tidak Ditambah

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Jumat 9 Juli 2021, Tembalang Masih Tertinggi

Baca juga: Kampus Unissula Realisasikan Pesantren Covid - 19

"Melaksanakan pengecekan langsung terkait PPKM Darurat. Di mana saat ini di titik Penyekatan Faroka melaksanakan tugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang akan melintas di Kota Solo," ucap Sigit. 

Tentunya, lanjut Sigit, pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang boleh masuk, yaitu pekerja sektor kritikal dan esensial.

Bahkan, esensial pun diatur dan dibatasi. 

"Oleh karena itu jadi penting untuk memiliki sistem terkait pemeriksaan. Sehingga, tidak terjadi kerumunan yang panjang," jelasnya. 

Mantan Kapolresta Solo itu menyampaikan, pihaknya memberikan evaluasi sehingga masyarakat harian bekerja di wilayah Solo ada tanda khusus. 

"Setelah pemeriksaan awal ada tanda khusus dan pemeriksaan di jalan akan jauh lebih lancar," ungkapnya. 

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta seluruh masyarakat paham terkait dengan pelaksanaan PPKM Darurat. 

Baca juga: Romeo Bagi Bubur Ayam Gratis ke Warga Isolasi Mandiri di Semarang, Yang Pesan Langsung Ribuan Orang

Baca juga: Lakukan 48 Kali Penindakan, Bea Cukai Kudus Selamatkan Rp 4 Miliar Uang Negara

Baca juga: Kapolres Bersama Wakapolres Pimpin Penyekatan di Kecamatan Pracimantoro Wonogiri

"Tujuannya adalah agar mobilitas masyarakat tidak terlalu banyak. Kita tekan sampai 30 persen, bahkan 50 persen harapannya," tuturnya. 

Menurut Panglima, apabila tercapai 50 persen atau 30 persen, maka tidak terjadi kontak erat antar masyarakat. 

"Bahkan meminimalisir terjadinya transmisi lokal dan wilayah. Dari wilayah lain masuk wilayah yang belum ada kasus yang berat," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved