Breaking News:

Berita Semarang

Kesehatan Mental Penting Dijaga saat Pandemi, UPGRIS Bekali Mahasiswa Konseling Online

Pandemi Covid-19 belum berakhir, dan bahkan, akhir-akhir ini kasusnya bertambah.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Kesehatan Mental Penting Dijaga saat Pandemi, UPGRIS Bekali Mahasiswa Konseling Online
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Tangkapan layar ruang webinar terkait konseling online yang diadakan Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang (FIP UPGRIS).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, akhir-akhir ini kasusnya bertambah. Sehingga pemerintah melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dengan terbatasnya aktivitas masyarakat, bagi sebagian orang kondisi ini mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Lantaran penghasilan berkurang dan sebagainya.

Layanan konseling online dibutuhkan saat pandemi ini karena konseling tatap muka tidak memungkinkan dilakukan.

Agar para mahasiswa bisa mengikuti perkembangan situasi saat ini, Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang (FIP UPGRIS) membekali mahasiswa dengan ilmu konseling online yang diadakan secara virtual.

"Ini sebagai salah satu strategi untuk membekali mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaannya dalam melaksanakan konseling online," kata Wakil Dekan II FIP, Siti Fitriana, Jumat (9/7/2021).

Kegiatan yang merupakan bentuk implementasi dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) ini mengusung tema tentang best practice layanan konseling online.

Ana, panggilannya, menuturkan kegiatan ini juga menjadi embrio lahirnya komunitas 'Acticon' yakni Action on Counseling. Komunitas ini merupakan layanan konseling yang dapat dilakukan mahasiswa yang terlatih.

"Layanan ini juga dapat diperuntukkan seluruh mahasiswa UPGRIS yang membutuhkan layanan konseling, sehingga permasalahan psikologis yang dialami oleh mahasiswa dapat tertangani dengan baik," tutur Ana.

Sementara, Wakil Dekan 1 FIP, Mei Fita Asri Untari, dalam sambutannya mengatakan bincang virtual ini sangat dibutuhkan karena menjadi kebutuhan mahasiswa dalam melaksanakan konseling online.

Apalagi di masa pandemi yang penuh dengan keterbatasan untuk melaksanakan konseling tatap muka secara langsung.

Dosen yang juga kepala laboratorium Bimbingan Konseling Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mulawarman menyebutkan bahwa layanan konseling profesional yang dapat dilakukan ketika konseli dan konselor terpisah tempat dan tidak memungkinkan untuk bertemu secara fisik yakni dengan memanfaatkan media elektronik (technology-assisted counseling).

"Tujuan konseling online memberikan pertolongan psikologis secara efisien dan efektif. Individu dapat menerima kondisi komitmen terhadap perubahan serta belajar beradaptasi dengan kondisi," ujarnya.

Ia menjelaskan, keterampilan khusus yang harus dimiliki konselor online adalah keterampilan dasar konseling (membangun rapport, attending, refleksi-paraphrase, silence, klarifikasi-membuat pertanyaan, focusing, merangkum, immediacy).

Kemudian, kemampuan mengakses perangkat yang memadai untuk online. Kemampuan identifikasi dan mengelola risiko dalam konseling online.

"Lalu, kemampuan asesmen tingkat kerentanan problem psikologis, kemampuan komunikasi berbasis teks baik bersifat sinkronous atau asinkronous. Terus kemampuan komunikasi berbasis audio-visual, dan kemampuan penyediaan suplemen sumber-sumber konseling online," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved