Breaking News:

Berita Video

Video Tanam Selada Hidroponik Mahasiswa Untung Rp 5 Juta/Bulan

Muhammad Fahmi Royyan Itsbad mahasiswa UMS asal Pati iseng menanam selada air hidroponik malah meraup untung jutaan rupiah.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, PATI -  Berikut ini video tanam selada hidroponik mahasiswa untung Rp 5 juta/bulan.

Muhammad Fahmi Royyan Itsbad, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati, mengisi waktu luang selama pembelajaran daring dengan kegiatan produktif.

Menekuni aktivitas menanam selada dengan sistem hidroponik, dia bisa beraih omzet jutaan rupiah per bulan.

Bercocok-tanam secara hidroponik mulai ditekuni mahasiswa semester 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini sejak sepuluh bulan lampau.

Royyan menyebut, membudidayakan selada melalui media tanam hidroponik tidak sukar. 

Mahasiswa jurusan Ilmu Qur'an ini memanfaatkan pekarangan seluas 80 meter persegi dan ruang pembibitan. 

"Saat mendaftar kuliah, saya bingung bagaimana mengisi waktu, karena perkuliahan dilakukan secara daring. Saya kemudian memutar otak. Akhirnya saya memutuskan bercocok tanam selada dengan sistem hidroponik. Apalagi pekarangan rumah cukup untuk bertanam," kata dia.

Royyan menjelaskan proses pembibitan hingga selada segar siap dipanen membutuhkan waktu kurang-lebih 45 hari.

Dia menyebut, melalui kegiatan ini, dia mampu meraih omzet Rp 4-5 juta per bulan. 

"Saya punya beberapa pelanggan tetap. Dengan kapasitas 2.600 lubang tanaman, minimal saya bisa suplai 7 kilogram per hari ke sejumlah pelanggan. Selain itu ada juga warga sekitar yang langsung datang ke sini. Pembeli selada rata-rata merupakan pedagang kebab dan burger," tutur dia.

Siti Sholikah, pelanggan asal Desa Alasdowo, mengaku senang dengan adanya penjual selada segar tak jauh dari tempat tinggalnya.

Menurut dia, jika beli di pasar biasanya selada sudah layu.

Sehingga, cukup banyak yang harus terbuang percuma.

"Jadi sekarang tidak usah repot-repot mencari selada.  Apalagi di sini bisa memilih sendiri selada yang akan saya beli. Kalau mencari di pasar kadang juga tidak ada. Beberapa menu kan memang membutuhkan selada, seperti nasi tumpeng, nasi kuning, dan menu bento untuk ulang tahun," kata pengusaha di bidang katering ini. (mzk)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved