Breaking News:

Berita Semarang

Berita Hoaks Ambulans Bikin Pengemudi di Solo Terima Teror, Diludahi, hingga Diacungi Jari Tengah

Adanya berita bohong atau hoaks yang beredar tentang ambulans beberapa waktu lalu membuat para pengemudi kerap mendapat teror di jalanan. 

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Salah satu anggota sukarelawan ambulans Muhammadiyah Klaten saat menunjukkan kaca yang rusak akibat dilempar batu di Halaman Mapolresta Solo, Jumat (9/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Adanya berita bohong atau hoaks yang beredar tentang ambulans beberapa waktu lalu membuat para pengemudi kerap mendapat teror di jalanan. 

Data dari Persatuan Driver Ambulans Solo Raya (Pedas) mencatat, dalam tiga hari terakhir sudah ada 4 teror dari orang tidak dikenal. 

Ketua Pedas, Nanang Khoironi (30) sangat menyesalkan adanya peristiwa pelemparan batu ke ambulans milik Muhammadiyah Cawas Klaten yang membuat kaca bagian depan pecah. 

Menurutnya, fenomena hoaks yang terjadi di Kudus membuat masyarakat terprovokasi. 

Padahal, menurut dia, para pengemudi ambulans hanya bekerja untuk melayani masyarakat. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Orang Meninggal Kecelakaan Bus Sudiro Tungga Jaya di Tol Pemalang

Baca juga: Waduh, Asisten Roberto Mancini Ini Nyaris Tertinggal Rombongan Bus Gli Azurri

Baca juga: Polisi Buat 18 Pos Penyekatan di Semarang, Pastikan Anda Negatif Swab Tes dan Bawa Keterangan Vaksin

“Kami mengimbau pengemudi kami untuk menaati SOP. Kalau anggota kami melanggar, kami berikan SP tindakan tegas. Melanggar SOP itu seperti menyalahgunakan strobo atau sirine,” ucap Nanang, Minggu (11/7/2021). 

Nanang menjelaskan, pengurus Pedas sudah menekankan aturan-aturan yang diatur dalam undang-undang itu. 

Menurutnya, di Solo Raya tidak ada pelanggaran oleh pengemudi ambulans. 

Selain itu, pihaknya mengapresiasi langkah tegas Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak yang akan mengambil langkah tegas peristiwa pelemparan batu di Flyover Purwosari pada Jumat (9/7/2021) dini hari. 

“Setelah hoaks kemarin, ada empat ambulans kena teror saat hendak memakamkan dan saat mengantarkan pasien dan jenazah," jelasnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved