Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Buka CCTV Lokasi Pelemparan Batu ke Ambulans Muhammadiyah di Solo

Kasus pelemparan batu terhadap ambulans milik Muhammadiyah Cawas Klaten resmi ditangani Satreskrim Polresta Solo.

Tayang:
TRIBUNJATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Salah satu anggota sukarelawan ambulans Muhammadiyah Klaten saat menunjukkan kaca yang rusak akibat dilempar batu di Halaman Mapolresta Solo, Jumat (9/7/2021). 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasus pelemparan batu terhadap ambulans milik Muhammadiyah Cawas Klaten resmi ditangani Satreskrim Polresta Solo. 

Diketahui, kasus pelemparan batu itu terjadi pada saat ambulans sedang perjalanan pulang dari Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jumat (9/7/2021) dini hari. 

Kasatreskrim Polresta Solo AKP Djohan Andika menjelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. 

"Saat ini sedang dalam tahap penyelidikan."

"Kita sudah periksa beberapa saksi," ucap Djohan saat dikonfirmasi, Minggu (11/7/2021). 

Menurutnya, selain memeriksa beberapa saksi, saat ini pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan terhadap CCTV. 

"CCTV yang ada di lokasi juga sudah kita periksa," jelasnya. 

Diberitakan sebelumnya, sopir ambulans korban pelemparan batu di kawasan Flyover Purwosari Solo laporkan peristiwa yang dia alami ke Satreskrim Polresta Solo, Jumat (9/7/2021). 

Pantauan Tribun Jateng, para sukarelawan Muhammadiyah menemani sopir ambulans melaporkan peristiwa tersebut. 

Ambulans berpelat nomor AD 8560 EC terparkir di halaman Satreskrim Polresta Solo.

Tampak wiper dan kaca bagian kanan ambulans itu rusak parah. 

Ketua Layanan Umat Muhammadiyah Klaten, Husni Tamrin, mengatakan ia mengambil langkah hukum atas peristiwa itu. 

Pihaknya tidak menoleransi kembali aksi teror ambulan yang kembali menimpa ambulan asal Klaten

Dia menceritakan, sebelumnya, teror serupa menyasar ambulans jajarannya beberapa bulan lalu.

Ambulans itu ditabrak dan penyelesaiannya proses kekeluargaan. 

“Ini bukan ambulan pasien terkonfirmasi Covid-19. Saat melintas dari arah timur, posisi rotator menyala, sirine mati karena bukan membawa pasien darurat. Posisi pulang dari rumah sakit,” ucap Husni. 

Husni menjelaskan, kronologi awal ambulans saat melintas di Flyover Purwosari berpapasan dengan mobil boks dan sepeda motor. 

Posisi sepeda motor berlawanan arah. Pengelihatan sopir, pengguna kendaraan berboncengan. 

Dia menjelaskan, sopir mencurigai, pengendara sepeda motor itu yang melakukan pelemparan. 

“Sopir berbincang dengan rekan pendampingnya karena dini hari supaya tidak ngantuk. Tahu-tahu ada bunyi dokkkk, sopir tidak berani berhenti karena jalanan sepi, baru di depan Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan kerusakan dicek,” ungkapnya. 

Menurut Husni, bekas pecahan ambulans berwarna merah seperti batu bata.

Padahal jelas di Flyover Purwosari tidak ada batu bata.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved