Vaksinasi Mandiri di Kimia Farma Harus Rogoh Kocek Rp 439.570 Per Orang
Untuk vaksinasi di Kimia Farma, harga pembelian vaksin telah ditetapkan Rp 321.660/dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi Rp 117.910/dosis.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Kimia Farma Tbk menyelenggarakan program Vaksinasi Gotong Royong berbayar bagi individu.
Harga pembelian vaksin telah ditetapkan Rp 321.660/dosis dan tarif maksimal pelayanan vaksinasi Rp 117.910/dosis. Artinya, setiap individu harus membayar Rp 439.570 untuk mendapat suntikan vaksin.
Sekretaris Perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Ganti Winarno Putro menyatakan, penyediaan vaksinasi berbayar itu telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.
Pada poin kesatu dari peraturan tersebut, ditetapkan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin covid-19, dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.
"Untuk pendaftaran dan lain-lain, bisa melalui Kimia Farma Mobile," tuturnya.
Ganti memastikan, tak ada unsur komersialisasi dalam vaksin gotong royong individu itu, meski dijual oleh emiten berkode saham KAEF tersebut.
Vaksin gotong royong individu membuka kesempatan bagi perorangan untuk membeli vaksin. "Tidak ada BUMN atau pun yang lain untuk melakukan komersialisasi," ujarnya, dalam konferensi pers, Minggu (11/7).
Hal tersebut juga disampaikan perusahaan induk BUMN farmasi PT Bio Farma (Persero). Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, vaksinasi gotong royong individu dilakukan untuk mengakselerasi program vaksinasi pemerintah.
Vaksin tersebut akan diberikan kepada orang yang belum mendapatkan vaksinasi. Sehingga, hal itu akan memberikan akses vaksin kepada seluruh pihak. "Vaksinasi gotong royong diperluas untuk individu tetap harus selaras dengan program pemerintah," jelasnya.
Bambang juga memastikan harga yang ditawarkan telah sesuai dengan aturan yang ada. Selain itu, BUMN pun telah terbuka mengenai harga pengadaan dan telah direview oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo menjelaskan, saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan vaksinasi individu, seiring dengan terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Indonesia.
Di tahap awal, program itu baru menyentuh enam kota dengan delapan klinik. Namun secara perlahan, perusahaan farmasi pelat merah itu akan memperluas jangkauannya, termasuk ke pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar.
Calon peserta vaksinasi nantinya akan mengikuti prosedur yang segera dipublikasikan dengan biaya sesuai yang ditetapkan pemerintah.
“Kami siap memberikan layanan vaksinasi Individu melalui klinik-klinik kami di seluruh wilayah Indonesia. Dalam tahap pertama, kami baru memberikan pelayanan ini di delapan klinik di Jawa dan Bali,” paparnya.
Adapun, Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra menyatakan, vaksinasi gotong royong individu akan dilakukan di enam kota dengan kuota 40.000 dosis vaksin Sinopharm.
"Kedatangan batch vaksin berikutnya kita bisa menambah alokasi untuk individu ini," jelasnya. (Kontan.co.id/Abdul Basith Bardan/Kompas.com/Irfan Kamil/Rully R. Ramli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-masal-di-semarang2.jpg)