Breaking News:

Berita Sragen

Aktivitas Masyarakat Masih Tinggi saat Malam Hari PPKM Darurat, Lampu Jalan Raya Sukowati Dimatikan

Dinilai aktivitas masyarakat pada malam hari di PPKM Darurat masih tinggi, lampu penerangan jalan sepanjang Jalan Raya Sukowati akan dimatikan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pengendara ketika melintas di depan Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dinilai aktivitas masyarakat pada malam hari di PPKM Darurat masih tinggi, lampu penerangan jalan sepanjang Jalan Raya Sukowati akan dimatikan.

Selain itu lampu di fasilitas umum seperti Alun-alun Sasono Langen Putro dan Taman Kridoanggo juga akan dimatikan.

Pemadaman listrik ini berlaku mulai hari ini, Senin (12/7/2021) setiap pukul 20.00 hingga 22.00 WIB, hingga PPKM Darurat berakhir yakni (20/7/2021).

Hal tersebut telah termaktub didalam Surat Edaran Pemadaman Listrik yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto atas nama Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Baca juga: Mendiang Prof Abdullah Kelib di Mata Pimpinan USM, Rektor: Kami Kehilangan Tokoh Panutan

Baca juga: Blusukan, Kapolres Tegal Berikan 150 Paket Sembako Pada Nelayan yang Terdampak PPKM Darurat

Baca juga: Kabupaten Jepara Sudah Bukan Zona Merah, Pasien Sembuh Meningkat

Dikonfirmasi seusai rapat koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Bupati Yuni mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

"Untuk mengurangi mobilitas saja dari warga kita agar pemberlakuan PPKM Darurat maksimal."

"Sehingga kami akan memadamkan lampu jalan dan juga di fasilitas umum daie pukul 20.00 hingga 22.00," kata Yuni, Senin (12/7/2021).

Yuni melanjutkan hal tersebut cukup untuk mengoptimalkan PPKM Darurat. Karena evaluasi dari Menkopolhukam Jawa Tengah sudah ada penurunan mobilitas tapi diharapakan ditekankan kembali di pekan kedua PPKM Darurat.

Mengapa dilakukan pemadaman listrik selama dua jam, Yuni berlasan dua jam tersebut aktifitas paling tinggi yang dilakukan oleh masyarakat terpantau dari google activity.

Yuni mengatakan setidaknya ada tiga sistem yang dilakukan pemerintah pusat untuk meninjau aktifitas jalan di daerah. Selain pemadaman listrik penyekatan juga diharapkan akan ditambah.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan Kabupaten Sragen masuk di kategori merah yakni penurunan mobilitas 10-30 persen.

"Dasil evaluasi di Jawa Tengah hanya Kota Semarang yang kuning, sebagian besar merah dan enam kabupaten/kota yang hitam," katanya.

Baca juga: Kopi Bisa Ringankan Sesak Nafas di Tengah Pandemi Covid-19, Berikut Syaratnya

Baca juga: Hajatan di Karanganyar Dilarang Selama PPKM Darurat, Berlaku Mulai Hari Ini

Baca juga: Tedjo Mulyono, Kandidat Kuat Direktur Polines Semarang: Perkuat Link and Match dengan Dunia Kerja

Pemadaman lampu dua jam ini diharapkan bisa menekan mobilitas masyarakat. Untuk mematikan lampu ini, Ardi mengatakan pihaknya juga melakukan peningkatan atau mempertebal patroli kepolisian terbuka juga berkoordinasi dengan Kodim 0725/Sragen, Satpol-PP.

"Ini tujuannya adalah karena pukul 20.00 hingga 22.00 jam-jam krusial dimana terjadi pergeseran aktifitas dari masyarakat yang berdagang ke istirahat."

"Sehingga betul-betul akan dimaksimalkan tidak ada lagi rekan-rekan kota yang melakukan aktifitas di luar rumah," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved