Breaking News:

Berita Banjarnegara

Di Tengah Isu Kelangkaan Oksigen, Lahir Kreasi Konsentrator Oksigen Berbahan Aerator di RSI

Di tengah banyaknya pasien sesak napas, muncul inovasi di dunia medis untuk membantu pernapasan pasien. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Ist./RSI Banjarnegara
Oksigen konsentrator kreasi staf Litbang RSI Banjarnegara berbahan aerator. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, BANJARNEGARA - Oksigen  jadi kebutuhan vital pasien, khususnya pasien Covid 19. Di tengah banyaknya pasien sesak napas hingga isu kelangkaan oksigen, muncul inovasi di dunia medis untuk membantu pernapasan pasien. 

POCBIH  (Portable Oxygen Concentrator Banjarnegara Islamic Hospital) namanya. Alat portabel kreasi Litbang RSI Banjarnegara ini berguna untuk membantu pasien covid 19 agar bisa bernapas saat dilanda sesak napas.

Direktur RSI dr Agus Ujianto SpB mengatakan, alat ini sangat membantu pasien covid 19 bergejala ringan, serta pasien asma hingga TBC yang membutuhkan bantuan oksigen dalam waktu lama. 

"Mudah sekali selama ada listrik dan air steril yang bisa diisi ulang berkali kali," kata Agus, Senin (12/7/2021) 

Alat ini bisa mendukung terapi inhalasi untuk pasien.  Alat itu bisa ditambahkan  minyak esensial, minyak kayu putih, untuk melegakan pernafasan. 

Menariknya, alat ini bukan hanya bisa diaplikasikan untuk pasien di rumah sakit, namun juga di rumah karena alatnya ringan dan portable. 

Kreator dari Litbang Pemeliharaan Alat dan Gas Medik RSI  Evan Wisik mengatakan, inovasi pihaknya menggunakan alat sederhana yang sudah diteliti selama dua bulan dan dirakit dua mingguan. 

Komponen yang dibutuhkan untuk membuat alat itu berupa dua aerator yang biasa digunakan di akuarium ikan, selang berukuran 0.25 mm, serta flow meter yang berguna mengukur aliran udara yang masuk ke tubuh. Dalam flow meter terdapat gelas ukur yang ada air steril.

"Jadi manfaat alat ini, membantu pasien yang alami kesulitan bernapas, sebagai penghasil oksigen murni. Hanya saja alat sederhana ini bersifat membantu masuknya oksigen sebagaimana bernapas normal. Kalau dilihat ukurannya sekitar  21 persen," kata Evan.

Cara kerja alat ini, udara bebas masuk ke dua aerator, kemudian disalurkan melalui selang ke flow meter, dimana disitu ada air steril. Melalui selang yang sudah terhubung alat pengukurnya, oksigen disalurkan melalui selang ke hidung pengguna. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved