Berita Semarang
Isi Surat Wasiat Cahyo Semarang Ditemukan Meninggal Tergantung di Kamar
Seorang pria ditemukan tewas gantung diri kamar rumah jalan Jolotundo Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Senin (12/7/2021).
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pria ditemukan tewas gantung diri kamar rumah jalan Jolotundo Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Senin (12/7/2021).
Pria itu diketahui Cahyo Adi Saputro (29). Pada kamar pria tersebut juga ditemukan adanya surat wasiat.
Kapolsek Gayamsari Kompol M. Adimas mengatakan Cahyo ditemukan meninggal dunia dalam keadaan menggantung pada 08.15 oleh saksi Muhammad Taufik Kurniawan.
Saat itu saksi hendak buang air kecil di rumah Cahyo dan mendapati pintu rumahnya masih dalam keadaan terkunci.
"Selanjutnya saksi melihat jendela rumah yang terbuka. Kemudian saksi masuk kedalam rumah melalui jendela dan melihat ada tangga yang mengarah keatas di dalam kamar korban," ujarnya.
Menurutnya, pada saat melihat keatas saksi melihat satu kaki Cahyo berada di tembok. Saksi mengira korban sedang memperbaiki rumah.
"Saat saksi melihat kedalam kamar,saksi melihat korban sudah dalam keadaan menggantung dengan menggunakan tali warna hijau yang digantungkan pada kayu blandar rumah," tuturnya.
Adi mengatakan saat itu juga Taufik keluar rumah dan memanggil Danang Rahmat Aditiya (18). Selanjutnya kedua saksi mendobrak pintu rumah.
"Selanjutnya Taufik melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat RT setempat dan diteruskan ke kantor Kelurahan dan Polsek Gayamsari. Pukul 08.45 petugas dari Polsek Gayamsari dipimpin Kanit Reskrim Polsek Gayamsari tiba di TKP," jelasnya.
Menurutnya, sekitar pukul 09.30 Cahyo diturunkan oleh pihak keluarga dan didampingi oleh petugas Puskesmas Gayamsari.
Saat dilakukan pemeriksaan luar oleh tim Polrestabes Semarang, pada tubuh korban tidak diketemukan adanya tanda - tanda bekas penganiayaan.
"Diatas kasur korban ditemukan surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban. Diduga korban melakukan gantung diri karena adanya permasalahan keluarga," tuturnya.
Ia mengatakan keluarga korban meminta jenazah langsung dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
"Hal itu dikuatkan dengan dibuatkannya surat pernyataan oleh pihak keluarga," tuturnya. (*)