Breaking News:

Berita Tegal

Kompak, Masyarakat Mintaragen Tegal Gotong Royong Sterilisasi Kampung Secara Swadaya 

Masyarakat di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, bergotong royong melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kampung.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: moh anhar
Dokumentasi RW 8 Mintaragen
Masyarakat di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, secara swadaya melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan, Minggu (11/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Masyarakat di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, bergotong royong melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh kampung, pada Minggu (11/7/2021) kemarin. 

Mereka melakukan sterilisasi kampung secara mandiri. 

Anggaran dan makanan yang dikeluarkan pun swadaya dari masyarakat. 

Tercatat ada sejumlah 11 rukun warga (RW) di Kelurahan Mintaragen. 

Baca juga: Cara Minta Bantuan Pemotongan Pohon Rawan Tumbang ke Pemkot Semarang

Baca juga: Truk Muatan Salak Kecelakaan Terguling di Somagede Banyumas, Begini Nasib Sopir

Baca juga: Update Virus Corona Kota Semarang Senin 12 Juli 2021, Tembalang Tertinggi Disusul Banyumanik

Penyemprotan tersebut dinamakan kegiatan 'Gertak Semprot Disinfektan'.

Ketua RW 8 Kelurahan Mintaragen, Suparyo (62) mengatakan, kegiatan penyemprotan disenfektan tersebut dilakukan semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali. 

Tujuannya agar masyarakat tenang dan tidak panik secara psikologis. 

"Untuk meminimalkan penyebaran kasus Covid-19 dan menciptakan ketenangan warga agar tidak panik," katanya kepada tribunjateng.com, Senin (12/7/2021).

Paryo menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dan kesadaran masyarakat di Kelurahan Mintaragen. 

Sebagai koordinatornya Satgas Kelurahan Mintaragen, Adi. 

Paryo bersyukur, masyarakat secara gotong royong menyukseskan kegiatan Gertak Semprot Disinfektan. 

Baca juga: Masih Kontroversi, Vaksinasi Mandiri Berbayar Kimia Farma di Sukoharjo Ditunda

Baca juga: Isi Surat Wasiat Ustadz Abdul Somad Jika Meninggal Karena Corona: Nafas Sudah Ngos-ngosan

Bahkan masyarakat, kaum perempuan secara swadaya menyediakan sayur asem, pecak ikan dan lain-lain. 

"Dalam kesempatan itu kam juga mengedukasi masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Jadi protokol kesehatan harus dipatuhi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved