Euro 2020
Legenda Inggris Ini Tak Habis Pikir Lihat Taktik Gareth Southgate, Rio Ferdinand: Memang Begitu Kan?
"Saya rasa strateginya memang seperti itu bukan? Ada pemain yang sengaja dimasukkan untuk menjadi penendang adu penalti,"
TRIBUNJATENG.COM - Legenda hidup sepakbola Inggris, Alan Shearer merasa aneh melihat strategi yang diterapkan pelatih Inggris, Gareth Southgate
Taktik aneh itulah yang dinilainya menjadi biang keladi kekalahan Inggris di partai Final Euro 2020.
Dalam laga final, Inggris kalah adu penalti lawan Italia.
Shearer mengaku tak habis pikir dengan keputusan Southgate baru memasukkan dua pemain, Marcus Rashford dan Jadon Sancho, saat extra time babak ke-2, akan berakhir.
Strategi itu dibaca Shearer bila Southgate sengaja ingin menjadikan Rashford dan Sancho, memang untuk mengambil tendangan penalti.
Baca juga: Ini Dia Luke Shaw, Pencetak Gol Tercepat dalam Sejarah Final Euro
Baca juga: Italia Juara Euro 2020, Mancini Jadi Pangeran Tampan yang Bangunkan Cinderella dari Tidur Panjang
Parahnya, dua pemain itu, semuanya gagal dalam adu penalti, hingga mengakibatkan gelar juara yang sudah ditunggu Inggris sejak 1966, melayang.
"Aneh melihat pemain yang baru masuk langsung mendapat tugas untuk menjadi algojo penalti,"
"Mereka belum merasakan laga sama sekali, lalu masuk dan harus menanggung tekanan mental di adu penalti," ujar Shearer.
Taktik Southgate ini kemudian dibela oleh Rio Ferdinand.
"Saya rasa strateginya memang seperti itu bukan? Ada pemain yang sengaja dimasukkan untuk menjadi penendang adu penalti,"
"Rashford adalah penendang penalti yang baik di Manchester United. Tapi semua pemain bisa gagal dalam adu penalti, pemain hebat mamapun bisa gagal," kata Ferdinand.
Alan Shearer kemudian kembali menyangkal pernyataan Ferdinand.
"Iya, tapi tidak dengan memasukkan mereka ketika laga sudah selesai,"
"Bung, mereka baru duduk selama 3 jam di bangku cadangan, dan ketika masuk harus sudah menjadi eksekutor penalti," semprot Shearer.
3 Penalti Gagal
Italia akhirnya menjadi juara Euro 2020, setelah menang atas Inggris dari adu penalti di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021).
Inggris pun kembali gagal membawa sepakbola pulang ke rumah, alias Football Coming Home, sejak terakhir melakukannya tahun 1966.
Inggris unggul lebih dulu lewat Luke Shaw di menit ke-2.
Tapi di menit 67, Italia memukul balik lewat Leonardo Bonucci.
Laga akhirnya berakhir di adu penalti.
Di adu penalti, Inggris kembali di atas angin, setelah kiper Jordan Pickford menggagalkan penalti Belotti.
Tapi, tiga eksekutor Inggris, berturut-turut gagal.
Mereka adalah duo Manchester United, Marcus Rashford dan Jadon Sancho.
Penendang terakhir Inggris, pemain Arsenal, Bukayo Saka, kembali gagal, sehingga Italia memastikan juara.
Dalam adu penalti, kiper Inggris sejatinya menggagalkan spesialis penalti Italia, Jorginho.
Tapi itu tak cukup untuk memenangkan Inggris.
Tuan Rumah Gagal Juara
Sejak Euro 2004, tuan rumah yang tembus ke babak final, bisa dipastikan selalu kalah.
Lihat saja pada Euro 2004.
Portugal jadi tuan rumah.
Di laga final, Portugal yang saat itu bermain dengan golden generation, termasuk Luis Figo, gagal juara.
Portugal bahkan kalah 0-1 dari tim semenjana Yunani !
Pada Euro 2008, Austria dan Swiss jadi tuan rumah, keduanya tak bisa menembus final.
Pada Euro 2012, tuan rumah Polandia dan Ukraina juga gagal menembus final.
Lalu pada Euro 2016, Prancis bertindak sebagai tuan rumah dan tembus sampai ke final. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Strategi Aneh Gareth Southgate Dituding Jadi Biang Kalahnya Inggris : Pemain Baru Masuk kok Penalti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/reaksi-paal-uefa-euro.jpg)