Breaking News:

PPKM Darurat Perlambat Ekonomi Nasional, Kemungkinan Besar Diperpanjang

Berdasarkan awal asesmen Bank Indonesia menunjukkan PPKM darurat selama 1 bulan membuat proyeksi pertumbuhan ekonomi turun menjadi sekitar 3,8 persen

Editor: Vito
KONTAN/Fransiskus Simbolon
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperkirakan bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional di 2021.

Kemungkinan besar, kebijakan yang awalnya hanya diterapkan di Jawa-Bali dan telah diperluas di 15 daerah lain di Indonesia itu bakal diperpanjang.

Hal itu mengingat jumlah kasus covid-19 yang masih terus melonjak, dengan mencatatkan rekor penambahan harian, di mana pada Senin (12/7) angkanya telah menembus 40.000 infeksi.

Setidaknya, kemungkinan perpanjangan kebijakan PPKM Darurat itu terlihat dari pemaparan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjoyo, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, secara virtual, Senin (12/7).

Perry menyebut, PPKM Darurat bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional di 2021.

"Berdasarkan awal asesmen Bank Indonesia menunjukkan PPKM darurat selama 1 bulan dan akan menurunkan covid-19 itu akan membuat pertumbuhan ekonomi kita akan turun menjadi sekitar 3,8 persen (prediksi-Red)," ujarnya.

Jika diteliti lebih lanjut, angka tersebut turun dibandingkan dengan prediksi sebelumnya. Bank Sentral sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 4,1 persen hingga 5,1 persen, dengan titik tengah 4,6 persen.

Perry menuturkan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai akibat PPKM Darurat, seperti terjadinya penurunan angka investasi global hingga melemahnya konsumsi masyarakat akibat menurunnya mobilitas masyarakat.

Dengan proyeksi itu, dia menambahkan, BI melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak dari PPKM darurat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita akan melihat dampak PPKM ini terhadap penurunan mobilitas dan penurunan konsumsi, khususnya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Kami akan terus melihat indikator-indikatornya,” tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved