Breaking News:

Tuti Nusandari Roosdiono

Sudah Tepatkah Kebijakan PPKM Darurat Diterapkan

Seberapa efektif kah kebijakan ini? Jika di landasi konsistensi di dalam penegakan hukum dari aturan PPKM Darurat

Editor: abduh imanulhaq
IST
PPKM meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. 

SETIAP hari kasus positif Covid-19 bertambah. Tak tanggung-tanggung total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia kini mencapai 2.527.203 sejak pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret 2020. Saat ini penambahan harian Covid-19 diketahui tembus 30 ribu kasus dengan rekor tertinggi mencapai 36.197 kasus pada 11 Juli kemarin.

Ironisnya kasus kematian nomor 3 tertinggi disumbang oleh Provinsi Jawa Tengah, ada 152 kematian dalam sehari. Secara total kasus kematian di Jawa Tengah menjadi 18.081.

Langkah-langkah besar tentu telah disiapkan oleh pemerintah, salah satunya menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli. PPKM meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. PPKM meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku.

Kebijakan yang diberlakukan selama dua pekan dan menyasar kabupaten/kota di Jawa dan Bali ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Seberapa efektifkah kebijakan ini? Jika dilandasi konsistensi di dalam penegakan hukum dari aturan PPKM Darurat tanpa terkecuali dan wajib dipatuhi oleh semua warga negara, maka tentu saja efektif. Tidak hanya itu, Prokes harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Sehingga apapun kebijakan pemerintah semua pihak harus satu suara mendukung dan menerapkan. Dengan begitu penurunan jumlah kasus covid bukan lah wacana semata.

Selain itu bijak dalam memilah informasi menjadi hal yang penting. Jangan mudah termakan asumsi-asumsi yang beredar hingga akhirnya mengabaikan fakta ilmiah. Jangan sampai berita yang tidak jelas dibentuk sebagai opini publik yang seharusnya mitos dijadikan kebenaran, sebaliknya fakta ilmiah sama sekali tidak digubris. Semakin mampu kita “mengeREM” tindakan-tindakan kita maka semakin cepat kita mampu bangkit dari pandemi ini. Konsistensi dan disiplin adalah kuncinya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved