Breaking News:

Berita Semarang

Target Pajak Jateng Capai 40,50 Persen di Semester I

Penerimaan pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I tercatat sebesar Rp 12,68 triliun.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Tengah I Mahartono - DJP Jateng I. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG –  Penerimaan pajak Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I tercatat sebesar Rp 12,68 triliun atau mencapai 40,50% dari target tahun 2021 yang sebesar Rp 31,3 triliun.

Disampaikan Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Jawa Tengah I Mahartono, jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama, capaian penerimaan pajak tersebut mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,21%.

Menurutnya, Capaian penerimaan pajak tersebut ditopang oleh beberapa sektor dominan yang tercatat mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya.

"Persentase pertumbuhan tertinggi yakni 44,16% di sektor informasi dan komunikasi, 15,93% di sektor transportasi dan pergudangan, 10,84% di sektor administrasi dan pemerintahan, 4,20% di sektor kegiatan jasa lainnya, serta 3,44% di sektor perdagangan besar dan eceran," terang Mahartono seperti dalam keterangan tertulis yang diterima tribunjateng.com, Senin (12/7/2021).

Terkait insentif pajak, ia melanjutkan, sepanjang tahun 2020 terdapat 24.281 permohonan insentif pajak yang diajukan ke Kanwil DJP Jawa Tengah I.

Dirincikan, sebanyak 23.140 permohonan disetujui dengan nilai realisasi sebesar Rp 953,6 milyar. Nilai realisasi insentif PPh Pasal 25 tercatat paling banyak, yakni mencapai 406,7 milyar dengan rincian permohonan yang disetujui sebanyak 3.249 dan permohonan yang ditolak sebanyak 618.

"DJP akan terus berupaya dalam melakukan penggalian potensi serta mengoptimalkan penerimaan pajak. Salah satu upaya yang telah dilakukan yaitu penataan organisasi instansi vertikal DJP. Per 24 Mei 2021, KPP Pratama Semarang Tengah Dua berubah nama menjadi KPP Madya Dua Semarang. Sedangkan KPP Pratama Tengah Satu dan KPP Pratama Tengah Dua melebur menjadi KPP Pratama Semarang Tengah,” ungkap Mahartono.

Dengan adanya penataan tersebut, praktis Kanwil DJP Jawa Tengah I membawahi 2 KPP Madya dan 15 KPP Pratama yang wilayah kerjanya mencakup 4 kota dan 14 kabupaten. DJP juga disebut fokus terhadap peningkatan pelayanan kepada wajib pajak.

Mahartono menjelaskan guna kemudahan dan kenyamanan wajib pajak, di masa pandemi ini kantor pajak menyediakan layanan tanpa tatap muka.

“Kantor Pajak yang berada di zona merah akan tetap melayani wajib pajak secara online. Wajib pajak dapat menghubungi KPP terdaftar melalui saluran komunikasi yang telah disediakan seperti layanan chat, telepon, email maupun media sosial resmi KPP,” paparnya.

Kegiatan penyuluhan perpajakan juga dilakukan secara daring dengan memanfaatkan aplikasi zoom meeting, fitur live Instagram maupun live youtube.

Mahartono melanjutkan, selain berupaya mencapai target penerimaan, Kanwil DJP Jawa Tengah I juga berupaya mengejar kepatuhan wajib pajak.

Ia menyebutkan, SPT Tahunan tahun pajak 2020 yang telah disampaikan secara langsung maupun secara daring sampai dengan triwulan II sebanyak 624.687 SPT atau sebesar 78,93% dari total wajib pajak wajib SPT sebanyak 791.447.

“Tertib melaksanakan kewajiban perpajakan merupakan salah satu bentuk cinta tanah air dalam mendukung negeri ini menghadapi masa pandemi,” tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved