Berita Video

Video Cerita Penggali Kubur di Tengah Lonjakan Kematian Covid-19

Di tengah ribuan makam, mereka membuat lubang menggunakan alat sederhana yang sudah dipersiapkan

Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video cerita penggali kubur di tengah lonjakan kematian Covid-19.

Sang surya belum benar-benar meninggi, namun sejumlah orang sudah bergelut dengan tanah di Pemakaman Wotgaleh Sampangan Kota Semarang.

Mereka sibuk menyiapkan liang lahat untuk prosesi pemakaman jenazah warga Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang.

Di tengah ribuan makam, mereka membuat lubang menggunakan alat sederhana yang sudah dipersiapkan.

Keringat nampak mengucur deras dari dahi para penggali liang lahat tersebut.

Terlihat sedikit terburu-buru para penggali kubur itu lantaran jenazah yang dimakamkan akan segera dibawa ke komplek pemakaman itu.

Tiga jam lebih para penggali makam menyiapkan lubang untuk peristirahatan terakhir jenazah.

Di tengah kesibukan tersebut, Muryanto satu di antara penggali kubur mengatakan, se kaya apapun orang ujung-ujungnya akan dimasukkan ke liang lahat juga.

“Jadi ya tidak ada yang bisa disombongkan baik kekayaan ataupun jabatan, wong ya akhirnya dikubur,” ucapnya, Senin (12/7/2021).

Dilanjutkannya, semua orang akan bernasib sama, dan pemakaman menjadi tujuan akhir setelah dinyatakan meninggal dunia.

“Ya harusnya sebelum meninggal, hidup harus diisi dengan ketenangan dan saling membantu sesama sebelum saya buatkan lubang dan dimakamkan,” katanya.

Muryanto menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 di Kota Semarang, membuat angka kematian bertambah.

“Dalam dua pekan ini saya sudah memakamkan 21 orang, di antaranya meninggal karena Covid-19. Itu baru saya, belum penggali liang lahat lainnya di sini,” paparnya.

Pria ramah itu menambahkan, lahan pemakaman juga semakin sempit lantaran semakin banyak jenazah yang dikubur di Pemakaman Wotgaleh.

“Apalagi kalau jenazah yang dimakamkan menggunakan peti karena Covid-19, pastinya membutuhkan tempat yang lebih lebar dari lubang biasanya,” imbuhnya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, ia mengatakan, tak jarang menggeser atau menata tulang belulang saat menggali lubang untuk jenazah Covid-19.

“Kalau ukuran liang lahat biasanya panjang 2,5 meter, lebar 1,5 meter dengan ke dalaman 1,5 meter. Tapi saat mengubur peti jenazah harus lebih luas dan dalam, ya tak jarang harus menata tulang belulang yang sudah dimakamkan bertahun-tahun lalu karena butuh lahan lebih,” tambahnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved