Breaking News:

Berita Banyumas

Cerita Diwan 40 Tahun Jadi Tukang Gali Kubur, Baru Kali Ini Pekerjaannya Dianggap Berarti

Selama 40 tahun berprofesi menjadi tukang gali kubur di TPU Tipar, Diwan panggilan akrabnya baru kali ini profesinya dianggap sangat berarti

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Permata Putra Sejati
Sudiwan (60) warga RT 7 RW 2, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas saat sedang menggali kubur untuk jenazah Covid-18, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tipar, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Di balik pandemi Covid-19, ada banyak cerita perjuangan para tukang gali kubur.

Seperti yang dirasakan oleh Sudiwan (60) warga RT 7 RW 2, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas

Selama 40 tahun berprofesi menjadi tukang gali kubur di TPU Tipar, Diwan panggilan akrabnya baru kali ini profesinya dianggap sangat berarti. 

Terlebih dengan banyaknya korban Covid-19 mengharuskan tukang gali kubur bekerja ekstra. 

Selama masa pandemi Covid-19, Diwan mengaku sudah menggali kubur untuk sembilan jenazah Covid di kelurahannya. 

Dia bercerita jika ada lahan khusus disediakan di sebelah TPU untuk para jenazah Covid-19. 

Saat awal pandemi, memang ada sedikit penolakan dari sebagian warga yang takut dengan Corona. 

Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya warga mulai menerima dan bersikap simpati dengan para korban Covid-19. 

Saat menggali kubur, ia mengaku tidak terpengaruh siang ataupun malam. 

"Sering juga malam hari, ya ikhlas saja dan dijalani. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved