Breaking News:

Berita Sragen

Kasus Covid-19 di Sragen, Dalam Sehari Tambah 310 Kasus Baru

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Sragen kembali mengalami kenaikan, per Selasa (13/7/2021) setidaknya ada tambahan 310 kasus

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: galih permadi
GOOGLE
Inilah Virus Corona, dari Penyebab, Gejala, Pencegahan hingga Belum Ditemukan Obat 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Sragen kembali mengalami kenaikan, per Selasa (13/7/2021) setidaknya ada tambahan 310 kasus. Secara kumulatif 11.811 kasus dengan kasus aktif sebanyak 1.124.

Sementara itu kasus sembuh sebanyak 104 orang. Angka kesembuhan naik diangka 85,59 persen dan angka kematian 4,88 persen.

"Kasus baru sebanyak 310, 308 diantaranya asimtomatis dan dua orang symptomatis, sembuh 104 orang dan tidak ada yang meninggal akibat Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto.

Untuk ketersediaan tempat tidur ICU terpakai 20 dari kapasitas 27 kamar. Tempat Tidur Isolasi di RS terpakai 306 dari kapasitas 337 tempat tidur.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan positivity rate Sragen memang tinggi yakni diatas angka 50.

Dia mengatakan dari hasil tracing 50 persen pasti positif terkonfirmasi Covid-19. Dia melanjutkan tingkat infeksius saat ini memang mengkhawatirkan.

Penambahan kasus dikatakannya paling banyak memang di klaster keluarga. Faktor tingkat mobilitas tinggi dikatakan Yuni menjadi salah satunya.

Tingkat infeksius yang tinggi ini dikatakan Yuni pihaknya sangat membutuhkan stok tabung oksigen yang selalu ada. Dia mengaku tak jarang baru mendapatkan kiriman setelah dua jam melaporkan.

"Saat ini oksigen saja sudah sangat terbatas, aturannya, oksigen harus dikirim sebelum habis. Di kondisi sekarang habis pukul 14.00 pukul 16.00 baru dikirim kalau terjadi hal luar biasa selama dua jam ini siapa yang berani menanggung?," kata Yuni.

Yuni mengatakan memang ada devisit oksigen di Jawa tengah dan Pemkab diminta untuk menghemat. Dengan kasus tambahan saat ini, Yuni mengaku mustahil menghemat oksigen.

"Kami dihimbau untuk menghemat oksigen tapi dengan kasus sekarang kecenderungan pasien menular infeksius. Rasanya menghemat oksigen mustahil karena itu oksigen salah satu terapi," katanya.

Kepada masyarakat Kabupaten Sragen, Yuni tak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat menegakkan protokol kesehatan dimanapun berada.

Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan hingga mengurangi mobilitas. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved