Breaking News:

BI Jateng

Kepala BI Jateng, Pribadi Santoso : Siap Bersinergi Jaga Kestabilan Inflasi Dukung Pemulihan Ekonomi

Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Darurat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jateng mewaspadai potensi peningkatan inflasi

Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Pribadi Santoso. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Darurat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Jateng mewaspadai potensi peningkatan inflasi dari sisi suplai sebagai Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Rakorwil dengan tema 'Mitigasi Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Terhadap Pencapaian Sasaran Inflasi Jawa Tengah Tahun 2021' yang digelar Pemprov Jateng dan Bank Indonesia (BI) Jateng itu dilaksanakan pada Rabu (7/7).

Rapat itu digelar secara daring, dengan dipimpin Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng bersama Kepala BI Jateng.

Kepala BI Jateng, Pribadi Santoso mengatakan, PPKM darurat Jawa-Bali dipandang tepat untuk mengurangi penambahan kasus Covid-19, tetapi di sisi lain berpotensi mengganggu kelancaran pasokan barang yang diakibatkan menurunnya aktivitas produksi dan keterlambatan distribusi bahan pangan/logistik ke daerah-daerah konsumen.

"Hal ini sejalan dengan risiko inflasi yang dapat terjadi seiring dengan pembatasan mobilitas masyarakat selama periode penerapan PPKM Darurat sejak 3-20 Juli 2021," katanya.

Menurut dia, Rakorwil TPID antar-wilayah se-Jateng yang dihadiri berbagai instansi terkait dari seluruh wilayah kabupaten/kota dan provinsi di Jateng itu guna memitigasi berbagai potensi risiko tersebut, baik pada skala mikro maupun nasional.

Dari hasil pertemuan itu, Pribadi menuturkan, Rakorwil TPID menggarisbawahi harga barang dan jasa secara umum hingga saat ini masih terjaga.

Hal itu didukung pasokan barang yang tinggi, dan kesiapan berbagai instansi pemerintah di wilayah Jateng pada periode sebelum penerapan PPKM darurat.

"Meski demikian, Rakorwil mewaspadai potensi peningkatan harga barang-barang dari sektor kesehatan, khususnya obat-obatan dan alat-alat kesehatan terkait Covid-19," jelasnya.

Pribadi menyatakan, Rakorwil mencatat terjaganya stabilitas harga didukung kesiapan Bulog dan instansi terkait di berbagai wilayah di Jateng untuk mengelola kecukupan cadangan pangan, khususnya beras, dalam menghadapi kondisi tanggap darurat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved