Berita Semarang

Koleksi Ikan Channa Berharga Jutaan Rupiah Jadi Hobi Baru Anak Muda Kekinian Kota Semarang

Ikan predator yang dipelihara Resa bukan hanya ikan channa dari Indonesia, namun juga dari beberapa negara di Asia.

Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Satu di antara koleksi Resa yaitu ikan channa auranti dari India yang memiliki ukuran di bawah 15 sentimeter, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang pemuda 24 tahun yang tinggal di Nglarang, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, nampak sibuk memberi makan ikan channa peliharaannya.

Secara telaten ia memilih udang beku, dan magot kering yang sudah ia persiapkan untuk kudapan peliharaannya.

Puluhan ikan channa atau snake head yang dipelihara pemuda bernama Resa Yolanda di dalam akuarium kaca, seolah menunggu hidangan yang ia siapkan.

Ikan predator yang dipelihara Resa bukan hanya ikan channa dari Indonesia, namun juga dari beberapa negara di Asia.

Baca juga: Meski Ditunda, Sekolah Siap Gelar PTM, Disdikbud Jateng: Sudah Ada 169 Sekolah Negeri Ikut Uji Coba

Baca juga: Ditengok Gubernur Ganjar Pranowo, Pelajar Papua di Semarang Curhat Kesulitan Belajar Bahasa Jawa

Baca juga: Berita Duka Agista Ariany Bombay Meninggal Dunia, Warga Sultra Berkabung

Menurutnya harga ikan koleksinya bisa tembus di angka ratusan ribu, hingga jutaan rupiah untuk ukuran 15 sentimeter.

Sembari merawat ikan channa kesayangannya, Resa menujukan corak-corak ikan predator koleksinya tersebut.

“Yang ini jenis channa auranti dari India, harganya lumayan kalau di pasar Indonesia,” katanya sembari menujuk ikan channa bercorak kebiru-biruan itu, Selasa (13/7/2021).

Dijelaskannya, channa auranti berkualitas dan bercorak bagus bisa tembus di angka Rp 7 juta dengan ukuran kurang dari 15 sentimeter.

“Apalagi kalau sudah ikut kontes dan menang, biasanya sampai puluhan juta. Bahkan milik rekan saya ada yang ditawar Rp 80 juta namun belum diberikan,” ucapnya.

Menyoal koleksi, Resa menerangkan punya beberapa jenis ikan channa selain channa auranti.

“Saya punya channa maru dari Borneo, serta channa asiatica dari Tiongkok. Beberapa koleksi saya sudah ditawar Rp 3 juta lebih tapi tidak saya lepas, padahal ukurannya di bawah 15 sentimeter,” paparnya.

Dikatakannya, ikan channa tengah jadi tren di kalangan pecinta ikan hias, lantaran keunikan corak dari beberapa jenis.

“Kalau di sini sebutannya ikan gabus, namun ikan gabus lokal yang ada di sungai pulau Jawa di dominasi warna coklat. Jadi yang sering dikoleksi dari luar Jawa atau negara di Asia,” jelasnya.

Sembari sibuk memberi makan ikan koleksinya, Resa berujar, perawatan ikan channa sangat mudah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengendara Motor Hendak Menyeberang, PNS di Kudus Meninggal Tertabrak Truk

Baca juga: Inovasi Vaksin Mobile Mulai Digalakkan, Bupati Sragen Sebut Sragen Telah Jemput Bola di Balai Desa

Baca juga: Dekorasi Janur Sepi Pesanan, Teguh Kini Andalkan Jasa Lukis Kelapa, Buat Tradisi Tujuh Bulanan Anak

“Tidak perlu aerator, hanya tinggal memastikan PH serta suhu air. Untuk PH di angka 6,5 hingga 7, sedangkan suhu di bawah 30 derajat celcius. Untuk pakan bisa diberikan udang beku atau hidup, ikan kecil, magot kering, ataupun anak kodok,” kata Resa.

Diakuinya, banyak anak muda memelihara ikan channa, bahkan acap kali mengikuti kontes ikan channa.

“Saya juga sering mengikuti, namun belum dapat juara. Menurut saya memelihara ikan channa jadi investasi karena harganya terus melambung,” papar pemuda ramah itu.

Ditambahkannya, selama satu tahun terakhir ia sudah menjual puluhan ikan channa berbagai jenis.

“Ada yang cari ukuran 3 sentimeter, ada juga yang 15 sentimeter. Untuk harga dari Rp 100 ribu untuk channa lokal, hingga jutaan rupiah untuk channa dari luar negeri. Jual beli channa bisa dikatakan lumayan untuk tambah-tambah di tengah pandemi seperti ini,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved