Breaking News:

Berita Cilacap

Rakor Evaluasi PPKM Darurat, Bupati Tatto Minta Kerja Sama Ketersediaan Ruang Rawat di RS Swasta

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan PPKM Darurat harus sukses, maka kita evaluasi

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Humas Polres Cilacap
Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap saat menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Darurat yang digelar di ruang Prasandha Komplek Pendopo Wijayakusuma Cakti, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Cilacap menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Darurat yang digelar di ruang Prasandha Komplek Pendopo Wijayakusuma Cakti, Senin (12/7/2021).

Rakor Evaluasi dilakukan guna mensukseskan PPKM Darurat di wilayah Kabupaten Cilacap.

Menurut Bupati, PPKM Darurat tujuannya menyelamatkan saudara sesama manusia.

Hukum yang tertinggi adalah keselamatan manusia. 

Baca juga: Hukum Berkurban untuk Orangtua yang Sudah Meninggal, Buya Yahya: Anda Dapat Pahala Dobel

Baca juga: Pengakuan Suami yang Pura-pura Mengajak Istri Bercinta lalu Menusuknya, Terungkap Latar Belakangnya

Baca juga: Apa Itu Plasma Konvalesen? Ini Cara dan Syarat-syarat Jadi Pendonor

"Sehingga PPKM Darurat harus sukses, maka kita evaluasi. Kita evaluasi kerjanya mulai dari pusat hingga ke tingkat RT dan RW," ujar Bupati kepada Tribunjateng.com, dalam rilis. 

Terkait dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19, membuat kapasitas tempat tidur di RSUD tidak tercukupi karena telah penuh terisi. 

Sehingga Bupati meminta kepada RS Swasta untuk dapat bekerjasama menyediakan tempat tidur bagi pasien Covid-19.

"Sekarang dengan bertambahnya kematian, bertambahnya paparan Covid-19. Sebagai Ketua Satgas Covid-19, saya minta tolong kepada RS Swasta untuk membantu. Jika tidak mau membantu ada sanksinya, karena kita sedang darurat," katanya. 

Sekretaris Daerah, Farid Ma’ruf menjelaskan perihal keluhan masyarakat tentang dibatasinya kegiatan jual beli di Cilacap semata bersifat sementara hingga tanggal 20 Juli, agar dapat terus menekan angka kerumunan. 

Baca juga: Terjebak di Kamar Tidur, 2 Bocah Bersaudara Tewas Terpanggang dalam Kebakaran Rumah di Tapin

Baca juga: Menkes: Varian Delta Sudah Menyebar Ke Luar Pulau Jawa, Ada di Sumsel hingga Papua Barat

Hal tersebut karena jika pertokoan dan pusat perbelanjaan masyarakat terus ramai maka PPKM Darurat akan kembali gagal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved