Berita Banyumas

Stasiun Karantina Pertanian Cilacap Audiensi dengan Bupati Banyumas, Dorong Peningkatan Ekspor

Guna meningkatkan ekspor hasil pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Cilacap melakukan audiensi dengan Bupati Banyumas Selasa (13/7/2021).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar
Humas Pemkab Banyumas
Kepala stasiun Karantina Pertanian Cilacap, Dwi Astuti Yuniasih saat melakukan audiensi dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein, Selasa (13/7/2021) di Ruang Joko Kahiman. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Guna meningkatkan ekspor hasil pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Cilacap melakukan audiensi dengan Bupati Banyumas Selasa (13/7/2021) di Ruang Joko Kahiman. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan Ekspor Produk Pertanian mengingat banyak produk pertanian yang berpotensi untuk ekspor. 

Kepala Stasiun Karantina Pertanian Cilacap, Dwi Astuti Yuniasih mengatakan pihaknya terus melakukan peningkatan sinergitas dengan seluruh entitas baik unsur pemerintah daerah maupun pelaku usaha.

Pihaknya juga melaporkan telah melakukan kesepakatan dengan lima Kepala Dinas di Kabupaten Banyumas adanya tim terpadu peningkatan ekspor komoditas pertanian.

Baca juga: Usai Komentar Negatif di Media Sosial, Pemuda di Karanganyar, Pakai APD, Ikut Pemulasaraan Jenazah

Baca juga: DPRD Jepara Sidak Sejumlah Pabrik, Minta Pengusaha Patuhi 50 Persen Karyawan Bekerja dari Rumah

Baca juga: Meski Ikuti Pembelajaran Daring, Jalu Tetap Antusias Ikuti Masa Pengenalan Sekolah

Tim tersebut akan melibatkan beberapa sumber daya manusia yang berkompeten sesuai bidangnya. 

Pada kesempatan yang sama Dwi memaparkan data lalu lintas komoditas pertanian pada sistem perkarantinaan, IQFAST di wilayah kerjanya yang menunjukkan tren positif. 

Pihaknya juga siap mendukung upaya mensejahterakan petani, salah satunya mendorong ekspor ini dengan memberikan bimbingan teknis sanitari dan fitosanitari, dukungan dan akses informasi ekspor seluas-luasnya. 

Stasiun Karantina Pertanian Cilacap ingin mendorong peningkatan ekspor komoditas pertanian yang ada di Kabupaten Banyumas.

Karena potensi pertanian di Banyumas yang memiliki potensi ekspor cukup banyak antara lain durian kromo yang khas Banyumas, ada alpukat, ada vanila, ada porang, ada kapulaga itu cukup untuk dipasarkan di luar negeri. 

"Jadi kami saat ini kami meminta dukungan Bapak Bupati untuk mendorong peningkatan ekspor hasil pertanian dari Kabupaten Banyumas," katanya kepada Tribunjateng.com, dalam rilis. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santosa mengatakan peningkatan ekspor ini adalah mendukung gerakan yang digagas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk mendorong peningkatan ekspor pertanian. 

“Kami sudah melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan Stasiun Karantina Pertanian Cilacap dengan pelatihan dan workshop, hingga saat ini telah melakukan registrasi kebun durian untuk persiapan melakukan ekspor," ungkapnya. 

Jaka menambahkan pada tahun 2020, ekspornya lebih dari 1.000 ton dan 175 ribu meter kubik. 

Baca juga: Singa Dikenal Sebagai Raja Hutan, Kekuatan Gigitannya Masih Kalah dari 9 Binatang Ini

Baca juga: Update Virus Covid-19 Jawa Tengah Selasa 13 Juli 2021

Baca juga:  Fly Over Palur dan Jalan Adi Sucipto Colomadu Karanganyar Akan Ditutup 24 Jam Mulai Besok

Berbagai komoditas potensial dari wilayah Banyumas dan sekitarnya diantaranya sarang burung walet, gula merah, kemiri dan kayu olahan.

Rencana ekspor durian pihaknya menargetkan dapat mengekspor komoditas khas Banyumas yaitu durian kromo.

"Saat ini kita mempersiapkan mengingat banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Kita targetkan ekspor 5 ton durian pada musim panen mendatang," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved