Breaking News:

Berita Video

Video Jelang Idul Adha Harga Hewan Kurban di Kudus Naik

Harga hewan ternak di Pasar Hewan Ternak Gulang Kabupaten Kudus mengalami peningkatan. Lonjakan harga ini biasa terjadi setiap jelang Iduladha

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Berikut ini video jelang Idul Adha harga hewan kurban di Kudus naik.

Harga hewan ternak di Pasar Hewan Ternak Gulang Kabupaten Kudus mengalami peningkatan. Lonjakan harga ini biasa terjadi setiap jelang Iduladha.

Salah seorang pedagang di pasar tersebut, Suharno (52), mengatakan, jelang Iduladha kali ini lonjakan harga untuk sapi sampai sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kerbau antara Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu.

"Kalau sapi beratnya 500 kilogram atau lima kuintal, berarti harganya Rp 25 juta. Memang harga di sini berdasarkan beratnya," kata Suharno saat ditemui di pasar hewan, Selasa (13/7/2021).

Sedangkan saat hari biasa, kata dia, harga untuk sapi rata-rata Rp 45 ribu dan kerbau rata-rata Rp 50 ribu per kilogram.

"Kalau Kudus kan memang kerbau yang paling banyak," tandas dia.

Sedangkan untuk harga kambing di pasar hewan terbesar di Kudus itu berada di angka Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta.

Meski mengalami lonjakan harga, namun untuk tingkat penjualan dinilai tidak ada peningkatan berarti. Suharno misalnya, hanya bisa menjual hewan ternak untuk pasar Kudus saja. Dalam sehari dia hanya mampu menjual tiga ekor. Sedangkan permintaan untuk luar daerah pun tidak ada. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang harus kirim hewan sampai ke Bogor.

"Tahun sebelumnya ada permintaan sampai ke Bogor. Tapi sampai saat ini, tahun ini tidak ada permintaan ke luar daerah," tandas dia.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Sunardi, mengatakan, pihaknya selalu mengecek kondisi kesehatan hewan baik yang akan dipotong maupun yang masih dalam proses penggemukan. Pengecekan yang dilakukan oleh petugas bidang peternakan itu meliputi pengecekan fisik dan pengecekan jeroan setelah hewan disembelih.

"Kadangkala ternak yang dipotong sapi kerbau sehat, tapi setelah dipotong hewan kurban itu ada yang tidak sehat karena ada cacing dan sebagainya. Itu dari petugas pertanian dan peternakan membuang jeroan yang tidak sehat," katanya.

Pengecekan pihaknya lakukan baik mendatangi langsung peternak maupun saat berada di pasar hewan. Sejauh ini belum ada temuan dari pihaknya perihal hewan ternak yang tidak layak untuk dikonsumsi. 

"Kami berupaya walau kondisi pandemi tetap kerja keras dalam rangka amankan atau menyeleksi hewan kurban jangan sampai dikonsumsi dalam keadaan tidak sehat baik fisik maupun yang sudah dipotong," kata dia. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE:

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved