Breaking News:

Berita Semarang

FH Unwahas dan DPD Ikadin Jajaki Kerja Sama Pendidikan Kemahiran Advokat

FH Unwahas jalin kerjasama dengan DPD Ikadin Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan kemahiran advokat.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakultas Hukum Univeristas Wahid Hasyim (FH Unwahas) menjalin kerjasama dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Advokat Indonesia (DPD Ikadin) Provinsi Jawa Tengah di bidang pendidikan kemahiran advokat (PKA) ke-4.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Teknologi, Inovasi, dan Kerjasama, Dr Helmy Purwanto  dalam keterangan tertulis menuturkan, Unwahas merupakan kampus Aswaja dengan karakter yang dapat diterapkan dalam profesi seorang advokat.

"Antara lain karakter tawasuth atau moderat dan taadud atau keadilan. Agar nantinya tingkat kepercayaan masyarakat lebih meningkat terhadap profesi advokat," ucap Helmy, Rabu (14/7/2021).

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Ikadin atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap kerjasama ini bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta.

Dekan FH Unwahas Dr Mastur  menyampaikan dalam penyelanggaran PKA sempat tertunda karena lonjakan Covid-19.

Namun demikian tidak menyurutkan semangat para peserta dan penyelenggara dalam melaksanakan seluruh rangkaian acara pelatihan.

"Memang kegiatan seperti ini lebih bergairah kalau diadakan secara langsung. Namun dengan begini tidak mengurangi antusiasme kegiatan," kata Mastur.

Setelah jadi advokat, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi advokat yang handal dan professional dan tentu menjunjung kode etik.

Ia juga menyinggung terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikaitkan dengan profesi advokat ini. Nantinya, terbuka pula program magang untuk mahasiswa yang ingin menimba ilmu ke kantor Ikadin.

Pendidikan PKA diselenggaran dari 2- 17 Juli 2021. Seluruh peserta mengikuti secara hybrid, ada yang secara daring maupun luring.

Sementara, Ketua Ikadin Jawa Tengah, Adv M Rangkey Margana, menuturkan bahwa advokat merupakah profesi yang terhormat. Sehingga, advokat yang memiliki predikat bagus tentunya tidak tebang pilih dalam menangani kasus.

"Menjadi advokat bagian dari profesi terhormat. Setelah nantinya jadi advokat handal, jujur, punya predikat tentu tidak pilah pilih dalam menangani kasus," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved