Breaking News:

Berita Solo

Jalan Sutan Syahrir Solo Ditutup saat PPKM Darurat, Petugas Beri Waktu Pedagang untuk Bongkar Muat

Satlantas Polresta Solo kembali melakukan penutupan jalan, yakni Jalan Sutan Syahrir selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Satlantas Polresta Solo kembali melakukan penutupan jalan, yakni Jalan Sutan Syahrir selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Jalan yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banjarsari itu menjadi ruas jalan ke tujuh yang ditutup selama PPKM Darurat

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra mengatakan Jalan Sutan Syahrir mulai ditutup sejak Senin (12/7/2021). 

Menurutnya, penutupan sama seperti aturan jalan lain, hanya kendaraan prioritas yang boleh melalui jalan itu. 

Adhyt menjelaskan, jalan itu dibuka pukul 12.00 hingga 15.00 WIB untuk bongkar muat. 

Hal itu mengingat kawasan itu berdekatan dengan Pasar Legi. Proses bongkar muat itu juga harus mengetahui Dinas Perdagangan. 

“Di luar jam bongkar muat, pelayanan hanya diperbolehkan pesan antar. Penutupan mulao Simpang 3 Apotek Widuran hingga Simpang Empat Pasar Legi hingga 20 Juli mendatang,” ucap Adhyt saat dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021). 

Menurutnya, hingga saat ini jumlah penurunan indeks mobility rate atau pergerakan kendaraan di Solo masih fluktuatif. 

Hingga Selasa (13/7/2021) kemarin, tercatat 15 persen jumlah penurunan. Jumlah itu pernah mencapai 28 persen pada awal PPKM Darurat

“Sekarang Pemerintah Pusat menggunakan teknologi untuk mengetahui lokasi-lokasi berkumpulnya warga,” jelasnya. 

Dia menyebut petugas Satlantas Polresta Solo telah disiapkan berpatroli di jalan-jalan tikus. Ia meminta kesadaran masyarakat untuk tetap tinggal di rumah. 

Mantan Kasatlantas Polres Klaten itu menyampaikan, tidak menutup kemungkinan bakal ada penutupan ruas jalan lagi. 

Terkait dengan adanya rencana penutupan jalan tol, ia menyebut di Solo tidak ada exit tol. 

Namun, petugas turut mengantisipasi dengan pengecekan surat-surat di pos penyekatan. 

Pengecekan itu untuk membedakan pekerja esensial dan nonesensial menggunakan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP). (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved