Breaking News:

Universitas Ivet Semarang

Perlukah Suplementasi Vitamin Dosis Tinggi untuk Kesehatan?

Kebutuhan harian vitamin berbeda menurut jenis kelamin dan usia. Kondisi hamil, menyusui, dan sakit akan meningkatkan kebutuhan vitamin.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS IVET
Fiqhi Cahyaningrum Rahmawati, Dosen Program Studi Gizi Universitas Ivet 

Oleh: Fiqhi Cahyaningrum Rahmawati, Dosen Program Studi Gizi Universitas Ivet

BEBERAPA hari ini marak berita atau video mengenai masyarakat yang membeli berbagai macam suplementasi vitamin dosis tinggi dalam jumlah yang tidak sedikit. Di saat pandemi Covid-19 yang sedang meningkat kasusnya, dengan harapan meningkatkan imunitas tubuh.

Fenomena “panic buying” di masyarakat ini biasanya terjadi akibat dari kekhawatiran masyarakat tidak kebagian sesuatu atau ketakutan jika harga suatu barang tersebut akan melambung. Aksi borong ini membuat stok suplementasi vitamin seperti vitamin C dan vitamin D hilang di pasaran. Bahkan jika ada harganya melambung tinggi.

Lantas perlukah suplementasi vitamin dosis tinggi untuk kesehatan? Berbicara dari segi gizi, suplementasi vitamin dosis tinggi dapat dikonsumsi jika tubuh benar-benar dalam kondisi membutuhkan dan bukan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Sebab, sama seperti zat gizi lainnya (karbohidrat, lemak, protein), vitamin dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Konsumsi vitamin dosis tinggi secara berlebihan dalam sehari dan dalam jangka waktu yang lama hanya akan memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Di samping itu, harga suplementasi vitamin juga lebih mahal jika dibandingkan dengan harga sayur dan buah yang merupakan sumber vitamin alami. Kebutuhan harian vitamin berbeda menurut jenis kelamin dan usia. Kondisi hamil, menyusui, dan sakit akan meningkatkan kebutuhan vitamin.

Kebutuhan vitamin per hari dapat dilihat dalam angka kecukupan gizi yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan Indonesia. Sebagai contoh kebutuhan vitamin C atau ascorbic acid per hari sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013 untuk anak di atas satu tahun membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 40 – 45 mg. Sedangkan remaja berusia di atas 12 tahun perlu memenuhi kebutuhan vitamin C setidaknya 65 – 90 mg per hari.

Lalu kebutuhan vitamin C untuk orang dewasa di atas 18 tahun yaitu 75 – 90 mg. Vitamin C berperan dalam menjaga imunitas tubuh. Dosis 90 mg vitamin C setara dengan 2 buah jeruk. Vitamin C merupakan vitamin larut air yang di dalam tubuh kelebihannya akan dikeluarkan melalui urin oleh ginjal. Berdasarkan salah satu penelitian di American Journal of Kidney Disease Konsumsi vitamin C dosis tinggi lebih dari 1000 mg perhari dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada laki-laki.

Di samping itu, konsumsi vitamin C dalam bentuk minuman bersoda dapat memicu peningkatan kadar gula darah karena terdapat gula tambahan yang tidak sedikit di setiap sajiannya. Suplementasi vitamin C dapat dikonsumsi ketika tubuh dalam kondisi membutuhkan seperti saat sakit tetapi tidak untuk digunakan dalam jangka panjang, dan konsumsi suplemen vitamin c harus disertai dengan konsumsi air putih yang banyak.

Selain vitamin C, vitamin D juga berperan dalam menjaga imunitas tubuh. Kebutuhan vitamin D berdasarkan angka kecukupan gizi sebesar 600 IU. Kebutuhan vitamin D dapat dipenuhi dari makanan dan berjemur di bawah sinar matahari yang cukup.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh PubMed menyatakan peningkatan aktivitas fisik di luar ruangan dan terpapar sinar matahari selama 10 menit sehari dapat meningkatkan kadar vitamin D dalam darah. Sumber vitamin D yang berasal dari makanan dapat diperoleh dari ikan, telur, serealia, dan jeruk. Suplementasi vitamin D dibutuhkan ketika dalam kondisi sakit dan dalam kondisi tertentu tubuh memerlukan asupan vitamin D yang tinggi yang tidak dapat diperoleh hanya dari makanan saja.

Perlu diingat suplementasi hanya digunakan sebagai pelengkap kebutuhan gizi tubuh, bukan sebagai pengganti gizi dari makanan. Ketika mengkonsumsi berbagai macam makanan maka kita tidak hanya memperoleh vitamin tertentu saja tetapi tubuh kita akan memperoleh zat gizi lain yang tentunya baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, menjalani pola hidup sehat seperti berolahraga rutin selama 30 menit sehari, tidur 8 jam sehari, dan minum 8 gelas air putih, serta menjaga agar pikiran tidak mudah panik dan stress akan membantu meningkatkan imunitas tubuh. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved