Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Putra Mahkota Arab Saudi Perintahkan Bawa Pulang Warganya Terinfeksi Covid-19 di Indonesia

Sebelum Jepang dan Taiwan, Pemerintah Arab Saudi sudah lebih dulu membawa pulang warganya yang terinfeksi covid-19 dari Indonesia.

Tayang:
Editor: Vito
JUNI KRISWANTO / AFP
ilustrasi - Tenaga kesehatan berbincang di sela tugas merawat pasien terinfeksi virus corona, di pintu masuk ruang isolasi covid-19, RS Husada Utama Surabaya, Jatim, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sejumlah negara mempertimbangkan melakukan evakuasi warganya setelah kasus covid-19 melonjak signifikan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, dengan terus mencatat rekor baru.

Data SatuanTugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Rabu (14/7), mencatat penambahan sebanyak 54.517 kasus baru infeksi virus corona di Indonesia, sekaligus menjadi rekor baru sepanjang pandemi.

Dengan penambahan itu, jumlah total infeksi menjadi 2,67 juta kasus sejak Maret 2020.

Sementara itu, jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia dalam 24 jam terakhir bertambah sebanyak 991 orang, sehingga jumlah total menjadi 69.210 kasus.

Di tengah kasus infeksi covid-19 yang melonjak signifikan, sebuah perusahaan swasta Jepang pada Rabu (14/7) memulangkan karyawan dan keluarganya yang berada di Indonesia menggunakan pesawat sewaan.

Senada dengan yang dilakukan perusahaan Jepang, sekitar 90 pebisnis dan ekspatriat Taiwan juga sedang bersiap hengkang dari Indonesia untuk sementara waktu karena makin meluasnya pandemi covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi sudah lebih dulu membawa pulang warganya yang terinfeksi covid-19 dari Indonesia.

"Seorang warga negara Saudi yang terinfeksi virus ini telah dipindahkan dari Jakarta ke Riyadh," sebut Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (10/7) lalu.

Dikutip dari Arab News, Rabu (14/7), pemindahan itu dilakukan oleh Departemen Evakuasi Medis Udara Kementerian Pertahanan sesuai dengan arahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pesawat evakuasi medis udara itu menempuh perjalanan udara selama 18 jam tanpa transit, dan membawa awak udara lebih banyak yakni dua kali lipat dari biasanya untuk menangani kasus ini.

Sebagian di antara mereka mengambil semua tindakan pencegahan virus corona, karena itu merupakan penerbangan paling lama yang mengangkut seseorang yang terinfeksi virus ke Saudi.

"Pada awal tahun ini, pesawat evakuasi medis udara juga telah mengangkut lebih dari 90 kasus, tanpa ada awak udara yang terinfeksi," jelas kementerian itu.

Armada pesawat evakuasi medis udara yang berasal dari Layanan Medis Angkatan Bersenjata itu setiap tahun mengangkut lebih dari 2.500 pasien.

Jumlah itu termasuk lebih dari 1.600 penerbangan yang mengangkut pasien dan anggota angkatan bersenjata dari dalam dan luar Kerajaan. (Tribunnews/Fitri Wulandari)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved