Breaking News:

Berita Karanganyar

Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan Resepsi Pernikahan, Melanggar Aturan PPKM Darurat

Satpol PP Karanganyar bersama anggota TNI-Polri membubarkan hajatan di Desa Kaliboto Kecamatan Mojogedang yang digelar selama PPKM Darurat

Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi
Satpol PP Karanganyar.
Satpol PP Karanganyar bersama TNI-Polri membubarkan hajatan di Mojogedang karena digelar selama PPKM darurat.  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Satpol PP Karanganyar bersama anggota TNI-Polri membubarkan hajatan di Desa Kaliboto Kecamatan Mojogedang yang digelar selama diberlakukannya PPKM darurat.

Sesuai Instruksi Bupati Karanganyar Nomor 180/23 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Instruksi Bupati Karanganyar Nomor 180/21 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat corona virus disease 2019. Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM darurat. 

Kasatpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo membenarkan pembubaran acara hajatan yang dilakukan kemarin.

Dia menyampaikan, sesuai aturan Inmendagri yang baru sudah jelas acara hajatan dilarang digelar selama PPKM darurat. 

"Ternyata masih ada yang menggelar hajatan, dengan sangat terpaksa karena itu pelanggaran PPKM darurat dan ada aduan warga untuk menciptakan keadilan maka kami bubarkan.

Dengan santun, tetap kami beri pemahaman, akhirnya yang punya hajat juga memahami," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (14/7/2021). 

Dia menuturkan, sebenarnya pemilik rumah tersebut menggelar acara dengan konsep banyu mili.

Akan tetapi sesuai aturan baru, hajatan dilarang digelar selama PPKM darurat.

Warga masih dapat menggelar ijab kabul dengan jumlah terbatas. 

"Sebenarnya sudah banyu mili tapi kan tidak pandang bulu, tidak ada hajatan. Maka tetap kami stop," jelasnya. 

Sementara itu Camat Mojogedang, Eko Joko Iswanto mengatakan, awalnya warga tersebut mengurus izin acara hajatan sebelum adanya perubahan aturan baru. 

"Kita beri edukasi, hajatan maksimal 30 orang dengan banyu mili. Tapi setelah itu tidak datang lagi ke kita. Sudah diingatkan satu, dua hari sebelum pelaksanaan datang ke kantor untuk diberi pengarahan," ungkapnya. 

Akhirnya anggota Satpol PP bersama TNI-Polri membubarkan acara hajatan tersebut karena sesuai aturan baru, acara hajatan tidak boleh digelar selama PPKM darurat. 

"Kejadian itu kita pakai sebagai barometer, edukasi yang lain. Yang masuk ke kita masih ada satu yang rencananya menggelar hajatan. Sudah didatangi Satpol PP, diberi edukasi dan sudah buat surat pernyataan tidak menggelar hajatan. Rencananya acara besok.

Nanti malam saya dengan Forkopimcam akan menyambangi lagi," jelasnya. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved