Breaking News:

Vaksinasi Corona

Banyak Nakes Tertular Covid-19 Meski Sudah Vaksin Sinovac, Thailand Oplos Sinovac dan Astra Zeneca

Ratusan tenaga medis tertular virus corona meski sudah menerima vaksin Sinovac.

Editor: rival al manaf
dok.ist/via tribun padang
Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19 

TRIBUNJATENG.COM - Ratusan tenaga medis tertular virus corona meski sudah menerima vaksin Sinovac.

Fakta itu membuat pemerintah Thailand akan mencampurkan vaksi Astra Zeneca dengan Sinovac.

Dengan cara itu mereka berharap bisa mengendalikan infeksi varian Delta yang telah picu lonjakan Covid-19.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa warga Thailand akan mendapat vaksin AstraZeneca setelah diberikan dosis pertama vaksin Sinovac.

Baca juga: Matahari Tepat di Atas Kabah Sore Ini, Waktu untuk Cek Arah Kiblat, Berikut Langkah-langkahnya

Baca juga: Kisah Para Supir Ambulans Jadi Saksi Banyak Pasien Ditolak Rumah Sakit Hingga Meninggal di Kendaraan

Baca juga: Aksi Perampokan di Klaten Terekam CCTV, Pelaku Todongkan Pistol Ke Penjaga Konter HP

Baca juga: 6 Manfaat Jahe yang Jarang Diketahui, Anti Migrain Cegah Kebotakan

"Jarak pemberian kedua vaksin itu sekitar tiga sampai empat pekan," imbuh Anutin, seperti dikutip dari kompas.com 

Sedangkan para tenaga kesehatan yang telah menerima dua dosis penuh vaksin Sinovac, juga akan menerima suntikan booster atau penguat dari vaksin lain.

Vaksin Covid-19 lain yang dimaksudkan bisa vaksin AstraZeneca, atau vaksin mRNA buatan Pfizer-BioNTech.

Dosis ketiga vaksin akan diberikan tiga sampai empat minggu setelah tenaga medis ini mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac, kata Komite Penyakit Menular Nasional Thailand, Senin (12/7/2021).

Otoritas kesehatan Thailand meyakini, vaksin kombinasi dari dua vaksin Covid-19, vaksin Sinovac dan AstraZeneca, akan dapat meningkatkan kekebalan kolektif atas virus corona, terutama varian Delta yang sangat menular yang telah memicu lonjakan kasus di negara ini.

Varian Delta adalah varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di India, yang dianggap sebagai strain paling bertanggung jawab atas lonjakan Covid-19 di Thailand dan negara lain di dunia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved