Breaking News:

Vaksinasi Corona

Banyak Nakes Tertular Covid-19 Meski Sudah Vaksin Sinovac, Thailand Oplos Sinovac dan Astra Zeneca

Ratusan tenaga medis tertular virus corona meski sudah menerima vaksin Sinovac.

Editor: rival al manaf
dok.ist/via tribun padang
Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19 

"Ini (vaksin kombinasi) diyakini akan memberi perlindungan lebih baik terhadap varian Delta karena kekebalan akan meningkat dengan cepat, mendekati level yang diberikan oleh dua dosis AstraZeneca. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk meningkatkan imunitas dengan cara seperti ini akan lebih singkat," kata Dr Opas Kankawinpong, direktur jenderal dari Departemen Pengedalian Penyakit.

Opas mengatakan setelah mendapat dosis pertama vaksin AstraZeneca, biasanya dibutuhkan sekitar 12 pekan untuk menerima dosis kedua dari vaksin yang sama.

Menurutnya, dengan mencampur vaksin AstraZeneca dengan vaksin Covid-19 Sinovac sebagai upaya meningkatkan kekebalan terhadap varian Delta pemicu lonjakan Covid-19, maka waktu jeda vaksinasi bisa lebih singkat, yakni hingga tiga hingga empat minggu.
 

Saat ini, vaksin adenovirus simpanse AstraZeneca merupakan satu-satunya vaksin, selain buatan Sinovac yang tersedia di Thailand.

Sedangkan vaksin Pfizer yang dikembangkan bersama BioNTech, sumbangan dari Amerika Serikat segera akan tiba di Negeri Gajah Putih tersebut.

Vaksin Sinovac adalah vaksin Covid-19 pertama yang diterima Thailand dan pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan mereka pada Februari lalu.

Saat ini, Thailand tengah mengalami lonjakan Covid-19 infeksi baru, serta melaporkan pertambahan kasus sebanyak 9.418 kasus pada Minggu (11/7/2021) dan merupakan rekor baru infeksi Covid-19 di negara itu.

Pada hari sebelumnya, angka kematian Covid-19 yang tercatat 91 kasus yang juga merupakan rekor baru.

Di tengah lonjakan Covid-19 yang dihadapi saat ini, muncul kekhawatiran terkait kemanjuran atau efikasi vaksin Sinovac. Akibatnya, kondisi ini mendorong lonjakan permintaan untuk vaksin virus corona lainnya yang ditawarkan sejumlah klinik swasta.

Pada pekan lalu, sebuah klinik di Thailand menjual vaksin Moderna dari Amerika Serikat, yang ditawarkan melalui situs belanja daring dan hanya dalam hitungan menit, vaksin mRNA ini pun terjual habis.

Baca juga: Jenuh Latihan Mandiri di Rumah, Gelandang Persib Bandung Isi Waktu Luang Urus Kura-Kura

Baca juga: BERITA LENGKAP : Jeritan UMKM Furniture di Jepara Terancam Mati Suri Selama Pandemi

Baca juga: Gadis Ini Dirudapaksa di Kebun Tebu hingga Alami Pendarahan Hebat, Polisi Temukan Bungkus Obat Kuat

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved