Breaking News:

Berita Solo

Cerita Petugas Kebersihan Tempat Isolasi Terpusat SD 2 Cemara Solo, Monika: Bisa Jadi Ladang Amal 

Monika setiap hari masuk ke dalam zona merah dan berinteraksi dengan para pasien covid-19. Pekerjaannya sebagai tukang kebersihan di ruang isolasi.

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Monika (berkaus merah) warga Gilingan, Banjarsari, Solo bersama rekannya saat beraktivitas membersihkan tempat isolasi terpusat di SD 2 Cemara, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Monika (41), warga Gilingan, Banjarsari, Solo sudah 12 hari bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat isolasi terpusat yang berada di SD 2 Cemara. 

Dia setiap hari bisa dikatakan masuk ke dalam zona merah dan berinteraksi dengan para pasien tanpa gejala. 

Bagi dia, pekerjaan yang dia jalani meskipun mengandung resiko terpapar Covid-19, namun bagi dia bisa menjadi ladang amal. 

Baca juga: Ketua TP PKK Kudus Mawar Hartopo Ingatkan Pentingnya Kerja Sama Pemerintah dan Swasta saat Pandemi

Baca juga: Penjual Ganja di Tegal Mengaku Tak Sengaja Menanam, Iseng Dipindah Pot Ternyata Subur dan Dijual

Baca juga: Tiga Warga Banyumas Lakukan Pemerasan, Pelaku Todongkan Pisau Kepada Korban

Dia mengaku tidak merasa takut ketika harus masuk ke kamar-kamar isolasi. 

"Tidak takut. Kita masuk menggunakan APD lengkap, kita juga dikasih vitamin. Di sini semua terjamin," ucap Monika, Kamis (15/7/2021). 

Dia bercerita, setiap hari harus membersihkan kamar dan toilet para pasien, mengeluarkan sampah, serta mendistribusikan makanan. 

"Daripada di rumah nganggur, ini juga jadi ladang amal. Selesai pekerjaan rumah, saya bantu-bantu di sini," ungkapnya. 

Namun, soal gaji, dia belum tahu berapa besaran yang bakal diterima. 

"Belum tahu ya, karena sampai saat ini belum gajian. Kontraknya 1 bulan nanti dibayarkan di akhir," tuturnya. 

Plt Camat Banjarsari, Beni Supartono menuturkan, honor untuk para petugas kebersihan di dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) adalah Rp 75 ribu per kegiatan. 

"Kami belum menyediakan asuransi apapun bagi mereka. Karena kami harus mengontrak minimal 1 tahun agar bisa memberikan asuransi," ungkapnya. 

Baca juga: Viral Selebgram Tewas Terjatuh Saat Berfoto di Atas Air Terjun

Baca juga: Video Kejaksaan Kota Tegal Gelar Vaksinasi Massal 3 Hari Tanpa Syarat Domisili

Baca juga: Peduli Sesama, Diskominfo Batang Berikan 20 Kantong Beras Untuk Warga Isoman

Menurut Beni, belum adanya asuransi karena pekerjaan ini bersifat insidental. 

Dia menambahkan, sebelum melakukan kegiatan operasional SD Cemara 2 sebagai tempat isolasi terpusat, pihaknya menawarkan pekerjaan tersebut kepada masyarakat sekitar. 

"Kita punya 6 tenaga kebersihan, piket pagi 3 orang, piket sore 3 orang. Perempuan 2, laki-laki 4. Sejauh ini lancar dan belum ada yang terpapar. Di dalam itu pun mereka tidak lama-lama," tandasnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved