Breaking News:

Pandemi Covid-19 Global Gelombang 3, Varian Delta Paling Dominan

varian Delta yang pertama kali ditemukan di India sekarang telah terdeteksi di setidaknya 111 negara, bertambah 15 negara dari pekan sebelumnya.

Editor: Vito
Kompas.com/MITA AMALIA HAPSARI
ilustrasi - Tangkapan layar video menunjukkan antre pemakaman jenazah covid-19 di TPU Rorotan, unggahan instagram @alivikry, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JENEWA - Dunia kini telah mulai memasuki serangan gelombang ketiga virus corona, dengan terjadinya lonjakan kasus infeksi covid-19 di berbagai negara dalam beberapa waktu terakhir. 

Empat varian virus corona baru yang masuk kategori variant of concern (VOC) menunjukkan peningkatan penularan.

Dari  sejumlah varian itu, virus corona jenis Delta dalam 2 bulan terakhir memperlihatkan transmisibilitas yang lebih tinggi dari VOC lain.

WHO mencatat, varian Delta yang pertama kali ditemukan di India sekarang telah terdeteksi di setidaknya 111 negara, bertambah 15 negara dari pekan sebelumnya.

"Transmisibilitas varian Delta meningkat, berarti kemungkinan akan menjadi varian dominan secara global selama beberapa bulan mendatang," kata WHO dalam Pembaruan Epidemiologis Mingguan Covid-19, yang dirilis Selasa (13/7)

Menurut WHO, kemunculan varian yang lebih menular, ditambah pelonggaran pembatasan, peningkatan mobilitas, dan cakupan vaksinasi yang rendah di banyak negara terus berkontribusi terhadap lonjakan cepat kasus covid-19.

Selain itu, di sebagian besar dunia, masih ada kesenjangan dalam surveilans epidemiologi, pengujian, dan genomik pengurutan.

"Hal tersebut membatasi kemampuan kami untuk memantau dan menilai dampak varian saat ini dan masa depan secara tepat waktu," sebut WHO.

Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebut, kualitas bukti kemanjuran dan efektivitas vaksin saat ini terhadap varian baru yang muncul masih terbatas.

"Meski begitu, bukti yang tersedia menunjukkan sepenuhnya vaksinasi menawarkan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah dan kematian untuk keempat VOC," imbuh laporan itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved