Breaking News:

Berita Kudus

Pembeli Tinggal 10 Persen, P‎edagang Pasar Kliwon Kudus Minta Sewa Kios Digratiskan

Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK), Kudus, menuntut pembebasan retribusi dan sewa kios selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Dok. Dinkominfo Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau tempat makan di Pasar Kliwon Kudus, Minggu (4/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -- Himpunan Pedagang Pasar Kliwon (HPPK), Kudus, menuntut pembebasan retribusi dan sewa kios selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Ketua HPPK, Sulis menyampaikan, selama pemberlakuan PPKM Darurat, jumlah pengunjung Pasar Kliwon menurun drastis. Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan para pedagang di pasar tersebut.

Oleh karena itu, Sulis mengatakan, para pedagang menuntut pemerintah untuk membebaskan retribusi dan penghapusan sewa kios. Di sisi lain, para pedagang juga berharap mendapatkan stimulus bantuan dari pemerintah.

Dia mengungkapkan, selama ini pedagang Pasar Kliwon masih diminta untuk membayar sewa kios dan retribusinya.

"Saat ini retribusi dan sewa kios masih jalan terus. Kami minta itu dihilangkan. Kami juga berharap, ada stimulus bantuan, entah dalam bentuk apa, untuk para pedagang," kata Sulis, Rabu (14/7).

Sulis menyebutkan, retribusi dan sewa kios yang dikenakan Pemkab Kudus cukup membebani para pedagang di tengah kondisi pasar yang sepi. ‎Adapun retribusi dan sewa kos yang harus dibayar pedagang mencapai Rp 980 ribu per bulannya.

"Retribusinya Rp 180 ribu per bulan dan sewa kios Rp 800 ribu per bulan," ujarnya.

‎Menurutnya, sebenarnya para pedagang tidak kesulitan membayar besaran retribusi dan sewa kios pada kondisi normal.

Dia mengatakan, pendapatan pedagang normal mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta per hari. Namun, kata dia, saat ini untuk mendapatkan penghasilan Rp 1 juta sehari, para pedagang mengalami kesulitan.

"Mau buka kiosnya pasar sepi, tidak buka juga nggak bisa jualan. Banyak pedagang yang mengurangi pegawainya," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved