Breaking News:

Berita Kendal

Satlantas Polres Kendal Tambah Titik Penyekatan di Perbatasan Kabupaten

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, penjagaan di pos-pos perbatasan daerah akan terus dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Operasi penyekatan PPKM darurat di exit tol Kaliwungu, Senin (5/7/2021) malam. Petugas amankan ratusan botol ciu dan 4 warga negara asing. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Satlantas Polres Kendal bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal terus menggencarkan pembatasan mobilitas masyarakat dengan penyekatan arus lalulintas di beberapa titik selama PPKM darurat berlangsung.

Hingga kini, petugas sudah memeriksa 2.000-an kendaraan dan memutarbalikkan 800-an kendaraan karena tidak melengkapi surat-surat kesehatan, seperti hasil rapid tes antigen dan bukti vaksinasi.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Heri Condro Ribowo mengatakan, operasi penyekatan di Kendal dilakukan di 6 titik. Exit tol Weleri, exit tol Kaliwungu, perbatasan Weleri-Batang, perbatasan Kendal-Semarang, Pos Pantes Brangsong, dan pertigaan Ketapang arah Kota Kendal.

Akan tetapi, petugas melakukan pemeriksaan kelengkapan bukti kesehatan saat penyekatan di 5 titik. Sedangkan di pertigaan Ketapang hanya diberlakukan pemecahan arus.

"Penyakatan terus dilakukan sejak 3 Juli lalu untuk membatasi pergerakan masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 2.000-an kendaraan yang diperiksa, 40 persennya kita putar balik karena tidak lengkap," terangnya, Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut, jenis kendaraan yang dilakukan pemeriksaan meliputi, angkutan umum seperti bus, dan kendaraan pribadi. Petugas tidak memberhentikan angkutan barang, baik truk kecil maupun besar. 

Heri menegaskan, operasi penyekatan di sisa penerapan PPKM darurat hingga 20 Juli nanti akan diperketat. Beberapa titik khususnya di perbatasan antar kabupaten seperti Kendal-Temanggung, Kendal-Kabupaten Semarang akan dijaga petugas.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung pemerintah agar angka kasus Covid-19 bisa ditekan. Melalui pembatasan pergerakan masyarakat berkendara supaya tidak masuk ke wilayah Kendal tanpa melengkapi surat-surat bukti kesehatan yang sudah ditentukan.

"Kita terus upayakan ini setiap harinya, mulai dari pukul 07.00 WIB saat mobilitas warga tinggi masuk kerja, dan sore hari. Karena mobilitas masyarakat Kendal saat ini masih tinggi, sehingga kita tambah titiknya. Termasuk di Sukorejo, Boja, dan juga Limbangan dengan melibatkan jajaran Polsek," tuturnya.

Sebanyak 15 petugas dikerahkan yang terdiri dari tim ganungan TNI Polri dan petugas dari Pemerintah Kabupaten Kendal saat melakukan penyekatan gabungan, terutama di exit tol Weleri dan Kaliwungu.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, penjagaan di pos-pos perbatasan daerah akan terus dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat. Dengan itu, pihaknya terus melakukan percepatan vaksinasi agar masyarakat juga terbantu dalam hal meningkatkan imunitas tubuh dan kelengkapan perjalanan. 

"Kita lakukan penjagaan di perbatasan. Nanti, mereka yang akan masuk ke Kendal harus melampirkan hasil tes antigen dan vaksinasi di pos-pos pemantauan," terangnya.

Dandim 0715/Kendal, Letkol Inf. Iman Widhiarto menambahkan, pihaknya mengerahkan 360 personel untuk membantu pengamanan selama PPKM darurat berlangsung dengan melibatkan jajaran TNI di tiap-tiap koramil hingga tingkat desa.

"TNI lakukan satgas operasi penebalan. Artinya ketika terjadi ketidakkuatan dari unsur pelaksana daerah hingga desa, TNI harus hadir. Kita kerahkan 360 personel, termasuk membantu percepatan vaksinasi dan penyetakan mobilitas masyarakat," tambahnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved