Breaking News:

Berita Viral

Viral Video Pengemudi Diputar Balik di Tol Bayar Tarif 10 Kali Lipat, Begini Penjelasan Jasa Marga

PT Jasa Marga (Persero) telah menelusuri klaim dalam video di TikTok tentang pengendara mobil yang disebut membayar tol 10 kali lipat dari tarif.

Editor: rival al manaf
hermawan handaka
Sejumlah pengendara terlihat berhenti di Exit Tol Jatingaleh Kota Semarang KM 6+800 yang berencana ingin masuk Kota Semarang namun jalur masuk kota sudah di tutup, Rabu (14/7/21) 

TRIBUNJATENG.COM - PT Jasa Marga (Persero) telah menelusuri klaim dalam video di TikTok tentang pengendara mobil yang disebut membayar tol 10 kali lipat dari tarif resmi karena memutar balik di jalan tol.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru menjelaskan, peristiwa itu bukan merupakan sanksi denda 10 kali lipat dari tarif semestinya.

Nominal yang dibayarkan itu berdasarkan perhitungan dua kali tarif tol jarak terjauh di rute yang dilalui si pengemudi, setelah dia memutar balik di tengah jalan tol.

"Denda sebesar dua kali tarif tol jarak terjauh untuk dua ruas jalan tol sekaligus, yaitu Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cikopo-Palimanan," kata Heru dalam keterangan yang diterima, Kamis (15/7/2021).

Jumlah yang dibayar si pengemudi itu dihitung berdasarkan perjalanannya di Jalan Tol Cikopo-Palimanan dikalikan dua kali tarif 107.500 hingga total Rp 215.000. Adapun perjalanannya  di Tol Jakarta-Cikampek dikenakan tarif Rp 20.000 hingga total menjadi Rp 235.000.

"Dari perhitungan ini, pengguna jalan yang melakukan putar balik dikenakan denda sebesar Rp 235.000. Ditransaksikan sekaligus di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek," kata Heru.

Heru menjelaskan, sanksi dua kali lipat itu merupakan faktor yang disebut Asal Gerbang Salah (AGS) yang berlaku pada sistem transaksi tertutup, dalam kasus ini Jalan Tol Cikopo-Palimanan.

Pengemudi mobil, kata Heru, melakukan dua kali tapping uang elektronik di gerbang tol masuk untuk mencatat data asal gerbang, dan gerbang tol keluar untuk membayar tarif sesuai perjalanan.

"Dengan adanya sistem transaksi tertutup, apabila pengguna jalan melakukan putar balik, maka akan menyebabkan indikasi Asal Gerbang Salah (AGS) sehingga tidak dapat melakukan transaksi di gardu keluar," ucap Heru.

Pemberian denda itu telah sesuai dalam Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol. Pada Pasal 86 ayat 1 dan 2 dijelaskan:

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved