Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Waspadai Hipertensi di Tengah Pandemi

Penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian.

Editor: abduh imanulhaq
TCTMD
Ilustrasi corona virus 

Oleh : Ns. Felicia Risca R., M. Kep., Sp. Kep. MB, RN.
Dosen Stikes Telogorejo Semarang

SAAT ini tidak dapat kita pungkiri bahwa kita harus hidup berdampingan dengan situasi pandemi Covid-19. Masih teringat jelas di benak kita, kurang lebih satu tahun yang lalu saat kasus Covid-19 pertama di Indonesia muncul, kita beramai-ramai memerangi virus tersebut. Namun, saat ini bukan saatnya lagi untuk melawan tapi kita harus bisa menyesuaikan diri dalam situasi ini.

Pandemi Covid 19 ini membawa ketakutan bagi semua orang. Kita menjadi lupa bahwa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai bukan hanya Covid 19 melainkan juga penyakit tidak menular lain. Sampai saat ini, penyakit kardiovaskular masih menjadi ancaman dunia (global threat) dan merupakan penyakit yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan pembuluh darah ini sebagian besar menyerang usia produktif sehingga angka mortalitasnnya memberikan dampak maupun beban bagi ekonomi dan sosial di masyarakat.

Data yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa 13,3% pasien Covid-19 dengan penyakit bawaan atau komorbid hipertensi atau tekanan darah tinggi meninggal dunia. Penyakit hipertensi menjadi faktor risiko paling tinggi yang menyebabkan pasien Covid meninggal dunia.

Diikuti oleh penyakit komorbid lainnya seperti diabetes, jantung koroner, dan gagal ginjal. American Heart Association (AHA) menekankan bahwa penderita hipertensi akan menghadapi risiko komplikasi yang lebih parah jika mereka terinfeksi virus Covid-19.

Hipertensi merupakan penyakit yang dikenal dengan istilah “silent killer”. Penderita hipertensi sering sekali tidak mengetahui jika tekanan darahnya tinggi karena tidak dirasakan adanya gejala. Kebiasaan buruk yang terjadi di tengah masyarakat kita misalnya menganggap remeh atau menganggap suatu hal yang biasa jika tekanan darah meningkat.

Hal itu dianggapnya sebagai efek dari kelelahan setelah beraktivitas seharian, emosi yang stabil, atau sedang banyak pikiran. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan tekanan darahnya juga mendukung dalam terjadinya komplikasi akibat hipertensi yang dideritanya.

Hasil studi yang dilakukan oleh The American Society of Hypertension (ASH) menunjukkan bahwa penderita Covid 19 yang memiliki penyakit komorbid hipertensi akan lebih cepat menunjukkan gejala yang berat dibandingkan dengan penyakit lain semisal diabetes mellitus dan penyakit ginjal. Selain itu infeksi virus Covid 19 ini akan menyebabkan berbagai komplikasi seperti penyakit gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal akut. Sehingga dapat dikatakan bahwa penderita hipertensi yang terinfeksi Covid 19 akan beresiko mengalami kerusakan organ multiple.

Selain kekhawatiran hipertensi berisiko tinggi menyebabkan komplikasi penyakit lain. Ternyata masyarakat juga dihantui oleh isu yang menyatakan bahwa obat hipertensi dapat memperburuk keadaan pasien yang terinfeksi virus Covid 19.

President Indonesian Society of Hypertension (InaSH) atau Perhimpunan Dokter Hipertensi (PERHI) mengungkapkan bahwa sampai saat ini hal tersebut tidak memiliki cukup bukti. Beliau menegaskan agar masyarakat tetap menjaga tekanan darah dengan cara cek tekanan darah secara teratur agar tekanan darah dapat dikendalikan. Sehingga komplikasi yang dapat membuat cacat dan kematian dapat dicegah sedini mungkin, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan pastinya akan berakhir.

Penting untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit hipertensi, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kita. Menurunkan beban penyakit hipertensi di Indonesia tidak hanya tugas salah satu pihak, namun peran semua lapisan masyarakat (pasien, dokter, keluarga pasien, dan pembuat kebijakan). Oleh karena itu perlu kita melalukan perawatan dan mempromosikan perawatan hipertensi selama Pandemi Covid 19.

Hal tersebut antara lain :
1) makan makanan yang sehat dengan mengurangi makanan yang diawetkan dan makanan siap saji
2) bagi penderita hipertensi membatasi konsumsi garam dengan takaran 1 sendok teh/ hari
3) berhenti merokok
4) beraktivitas fisik seperti berolah raga secara teratur minimal 30 menit/ hari dengan mempertimbangkan kemampuan fisik yang dimiliki
5) rutin memeriksakan tekanan darah
6) minum obat anti hipertensi secara teratur sesuai dengan resep dokter
7) control kesehatan secara rutin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan
8) kelola stres dan emosi
9) tetap ingat 5M : mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas

Bersama kita hadapi Pandemi Covid 19 ini, dengan berusaha untuk tetap hidup sehat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved