Breaking News:

Berita Kebumen

Alasan Doping, Driver Travel di Kebumen Ini Rela Sisihkan Pendapatan untuk Nyabu

Sat Resnarkoba Polres Kebumen menangkap 5 tersangka  karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Iist./Polres Kebumen
Rilis kasus narkotika oleh Polres Kebumen. 

TRIBUNBANYUMAS. COM, KEBUMEN - Sat Resnarkoba Polres Kebumen menangkap 5 tersangka  karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu, Kamis (1/7/2021) lalu. 

Mereka adalah DD (25) warga Desa Banioro Kecamatan Karangsambung, HD (27) warga Desa Sidoagung Kecamatan Sruweng, TG (24) warga Desa Sidodadi Kecamatan Puring, BD (40) warga Desa Kalitengah Kecamatan Gombong dan BN (42) warga Alamat Gang Delima Kecamatan Kabupaten Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Wakapolres Kompol Edi Wibowo mengatakan, polisi menyita sabu-sabu seberat 13,74 gram dalam perkara itu. 

"Tersangka kita amankan di beberapa titik di Kebumen. Saat kita amankan, kita dapatkan barang bukti sabu-sabu ini," jelas Kompol Edi Wibowo, Jumat (16/7/2021)).

Barang bukti sabu-sabu dikemas di dalam plastik klip warna bening, dalam beberapa paket hemat siap konsumsi. 

Penangkapan beruntun ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa di Desa/Kecamatan Karangsambung ada seseorang yang mengkonsumsi sabu. Selanjutnya Sat Resnarkoba menangkap tersangka pertama inisial DD di depan sebuah cucian sepeda motor. 

Dari tersangka DD, polisi berhasil menyita sabu-sabu seberat 0,18 Gram. Dari penangkapan DD, polisi mengantongi empat nama tersangka lain, yang selanjutnya dikejar hari itu juga. 

Tak berselang lama, sekitar pukul 16.40 WIB,  semua tersangka berhasil ditangkap Sat Resnarkoba berikut barang bukti sabu-sabu yang jumlahnya tak sedikit. 

Kepada polisi, para tersangka mengaku mengkonsumsi sabu untuk doping karena pekerjaannya sebagai driver travel butuh stamina lebih. Namun apapun alasannya, baik mengkonsumsi sabu atau memiliki sabu secara ilegal adalah pelanggaran hukum.

Mengingat mahalnya harga sabu, para sopir ini rela menabung menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa asal bisa memakai sabu bersama-sama.

"Mending uangnya ditabung. Daripada untuk buat sabu," ucap Wakapolres saat ngobrol dengan para tersangka. 

Karena perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman kurungan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu miliar tiga ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000 (tiga belas miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga).

Serta Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman kurungan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 8.000.000.000 (delapan miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved