Breaking News:

Wabah Corona

Benarkah Kelapa Muda Bisa Sembuhkan Penderita Covid-19, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinis

Sejak lama masyarakat Indonesia sudah mengonsumsi air kelapa muda atau banyu degan.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Penjual degan sedang menjajakan degan wulung di jalan Kanal, Semarang Selatan, Semarang. Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

TRIBUNJATENG.COM -- Sejak lama masyarakat Indonesia sudah mengonsumsi air kelapa muda atau banyu degan.

Selain kelapanya multiguna untuk masak berbagai jenis makanan, air kelapa muda juga kaya manfaat. Selain menyegarkan tubuh, air kelapa muda juga bisa bantu tingkatkan imun tubuh.

Aair kelapa muda atau degan makin diminati konsumen. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, permintaan kelapa muda jenis degan wulung makin meningkat.

Banyu degan atau air kelapa muda sejak lama memang disukai orang. Selain penghilang haus juga mengandung banyak manfaat. Bahkan bisa meningkatkan imun tubuh.

Penyajiannya, ada yang langsung dikupas dan dituang atau diminum. Tapi ada juga yang dibakar saat degan masih utuh, baru kemudian dikupas dan diminum airnya. Semua enak dan segar.

Suminah, satu pedagang kelapa muda di kawasan Pasar Peterongan Semarang mengatakan, penjualan degan wulung di lapaknya mengalami peningkatan drastis. Bahkan ia mampu menjual sebanyak 125 buah degan wulung dalam satu hari.

"Dulu penjualannya sedikit, sekarang naik. Kalau barangnya ada, satu hari bisa jual 100 sampai 125 buah," kata Suminah kepada tribunjateng.com, Kamis (15/7).

Suminah menyebutkan, harga degan wulung saat ini Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu tergantung ukuran. Harga tersebut mengalami kenaikan hingga Rp 5.000 perbuah.

Kata dia, harga naik karena permintaan sangat tinggi sedangkan pasokan stabil. "Dulu harganya berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu bergantung ukuran, sekarang bisa sampai Rp 25 ribu bahkan Rp 30 ribu perbuah. Harga naik sudah dua bulan ini. Akhir-akhir ini barangnya sedikit, ketika ada pun cepat habis," ungkapnya.

Tak hanya Suminah, pedagang lain, Sumari juga menyebut penjualan kelapa muda jenis wulung di lapaknya meningkat. Selama pandemi Covid-19 ini dirinya mampu menjual kurang lebih 50 buah kelapa wulung setiap harinya. Sedangkan sebelum pandemi, kelapa wulung terjual sekitar 20 sampai 30 buah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved