Breaking News:

Berita Semarang

Hendi Umumkan Kebijakan Khusus Penyembelihan Hewan Kurban di Kota Semarang

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengeluarkan kebijakan khusus yang berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban,

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengeluarkan kebijakan khusus yang berkaitan dengan penyembelihan hewan kurban, menjelang Iduladha 1442 Hijriah.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, menuturkan bahwa ada dua dimensi penting dalam perayaan Iduladha.

Pertama, ketaatan menjalankan ketentuan ibadah yang mengikuti prosedur syariat, dan kedua, terkait aspek sosial yang sepatutnya memperhatikan kemaslahatan dan mencegah mudarat atau kerugian.

“Kurban merupakan suatu proses, dari orang beli, kemudian pada hari H-nya menyembelih, dan yang kedua sesuai dengan konsep bergerak bersama, orang yang mampu membantu yang tidak mampu,” ujar Hendi, belum lama ini.

Dia menyatakan, dalam konteks Iduladha yang berkaitan untuk kepentingan sosial, kita harus bisa menjawab persoalan sosial.

"Hari ini kita sedang dalam kondisi pandemi, maka ada dampak yang dialami masyarakat. Oleh karena itu, semakin banyak kurban semakin banyak warga yang akan mendapatkan bantuan,” katanya.

Hendi menekankan, penyembelihan kurban harus betul-betul memperhatikan upaya menekan risiko penularan Covid-19.

“Yang penting teknisnya, jangan sampai penyembelihan terjadi kerumunan dan menjadi klaster baru,” tuturnya.

Dia menambagkan, penyembelihan hewan kurban juga tidak harus dilaksanakan tepat pada Iduladha, tetapi bisa juga pada hari tasyrik, yakni 11-13 Dzulhijjah.

Selain itu, Hendi juga mengatakan dalam surat edaran kurban ini untuk pembagian hewan kurban hanya dilakukan panitia secara door to door dan tidak mengundang banyak massa untuk datang ke masjid.

"Ada juga teknis yang lain dilakukan dengan model menyerahkan ke salah satu perusahaan pengalengan sehingga dibagi dalam bentuk daging kaleng," katanya.

Surat Edaran Pemkot Semarang terkait penyembelihan hewan kurban juga mengatur sejumlah persyaratan jika masyarakat akan menyembelih hewan kurban di lingkungan masjid.

Syaratnya panitia berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan dalam kondisi sehat.

Adapun petugas penyembelihan yang berasal dari luar kota harus memiliki surat keterangan bebas Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil swab antigen 1×24 jam sebelum hari-H penyembelihan. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved